Lebaran 2026
Libur Lebaran di Malang Diprediksi Padat, Polisi Antisipasi Kemacetan hingga Anomali Parkir
Libur panjang Lebaran diprediksi membawa lonjakan aktivitas masyarakat di Kota Malang. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Malang
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Polisi memetakan lima potensi tantangan di Kota Malang selama libur panjang Lebaran, mulai dari kemacetan hingga inflasi musiman.
- Lonjakan lalu lintas diprediksi terjadi karena Kota Malang menjadi jalur menuju destinasi wisata di Malang Raya.
- Kepadatan di pusat perbelanjaan, wisata, dan kawasan kuliner juga berpotensi memicu masalah parkir liar serta peningkatan volume sampah.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Libur panjang Lebaran diprediksi membawa lonjakan aktivitas masyarakat di Kota Malang. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Malang telah memetakan sejumlah potensi tantangan yang perlu diantisipasi selama periode tersebut.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan, setidaknya ada lima tantangan utama yang diperkirakan muncul selama masa libur Lebaran di Kota Malang.
Hal itu ia sampaikan usai menjalani rapat koordinasi lintas sektor menjelang pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu yang lalu.
"Terdapat lima potensi tantangan utama yang perlu kita antisipasi bersama selama masa libur panjang di Kota Malang," ujar Putu Kholis.
Tantangan pertama adalah potensi kepadatan lalu lintas.
Kota Malang diketahui menjadi salah satu jalur strategis bagi masyarakat yang hendak menuju berbagai destinasi wisata di kawasan Malang Raya.
Sebagai kota wisata dan kota pendidikan, lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas wisatawan yang menuju Kota Batu maupun Kabupaten Malang.
Baca juga: Mudik Lebaran, Penjualan Tiket KA dari Malang Baru Terjual 45 Persen, Diprediksi Puncak 17–19 Maret
Belum lagi ditambah masyarakat yang mudik ke Kota Malang, semakin menambah padat lalu lintas.
Tantangan kedua berkaitan dengan meningkatnya kepadatan di fasilitas publik.
Selama libur Lebaran, pusat perbelanjaan, tempat wisata, pusat kuliner hingga destinasi oleh-oleh biasanya dipadati oleh pengunjung.
Situasi tersebut dinilai memerlukan pengaturan dan pengawasan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan nyaman.
Tantangan ketiga adalah munculnya anomali parkir.
Kondisi ini kerap terjadi ketika mobilitas masyarakat meningkat di kawasan pusat keramaian.
Baca juga: Sambut Libur Nyepi dan Lebaran, 4 Jalur Keluar Masuk Kota Malang Jadi Perhatian
Menurut Putu Kholis, situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menarik tarif parkir di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
"Semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi,"
"Dampaknya adalah munculnya tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman yang perlu kita kendalikan bersama," jelasnya.
Selain itu, tantangan lain yang turut diantisipasi adalah pengelolaan sampah yang meningkat selama periode liburan, terutama di kawasan wisata dan pusat kuliner.
Sementara tantangan kelima adalah potensi inflasi temporer atau inflasi musiman yang kerap muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang dan selama Lebaran.
Meski demikian, Putu Kholis menilai momentum libur panjang juga dapat menjadi peluang positif bagi perekonomian daerah jika dikelola dengan baik.
"Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini juga dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan Pemerintah Kota Malang bersama TNI/Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Sebagai kota transit menuju destinasi wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang, sejumlah titik diperkirakan menjadi pusat kepadatan.
Di antaranya ruas jalan utama, kawasan pusat perbelanjaan, destinasi wisata hingga kawasan kuliner populer seperti Kayutangan Heritage.
"Kami juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bergerak secara mobile untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di pusat keramaian dan kawasan kuliner," kata Wahyu.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun ini, pengamanan di Kota Malang melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, hingga supeltas.
Selain itu, patroli bersama juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unsur kelurahan dan RT/RW untuk menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.
| Penumpang Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Sejarah Bulan Syawal Menjadi Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah, Sempat Dianggap Tabu |
|
|---|
| Kemacetan di Ketapang Semakin Panjang, Mencapai 15 KM, Terbentang di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit |
|
|---|
| Arus Balik Masih Tinggi, 434 Ribu Penumpang Padati Stasiun Kediri hingga Madiun Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Arus-lalu-lintas-di-kawasan-Kayutangan-Heritage-Kota-Malang-terpantau-padat.jpg)