Lebaran 2026

Volume Sampah Kota Malang Susut 100 Ton Saat Lebaran, Efek Mahasiswa Mudik dan Strategi Baru RDF

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat penurunan volume sampah di momen Lebaran 2026

Penulis: Benni Indo | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Benni Indo
VOLUME SAMPAH TURUN - Petugas kebersihan mengangkut sampah ke dalam truk. DLH Kota Malang mencatat penurunan volume sampah saat Lebaran. Hal ini terjadi karena banyak mahasiswa yang mudik ke kampung halaman. 

Ringkasan Berita:
  • Statistik Lebaran: Penurunan dari 600 ton menjadi 500 ton per hari.
  • Penyebab Utama: Migrasi keluar mahasiswa (mudik).
  • Kecepatan Layanan: Area publik bersih kembali dalam < 3>

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat penurunan volume sampah di momen Lebaran.

Penurunan volume sampah ini terjadi karena banyak mahasiswa yang meninggalkan Kota Malang

Plh Kepala Dinas LH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan, ada penurunan 100 ton sampah saat libur Lebaran.

Biasanya, rerata volume sampah di Kota Malang mencapai 600 ton, kini berkurang menjadi 500 ton.

Baca juga: Anggota DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas: Butuh Gebrakan Tuntaskan Ancaman Banjir di Malang

Dampak Mudik Mahasiswa terhadap Limbah Kota

“Volume sampah berkurang karena banyak mahasiswa yang mudik. Kondisi itu cukup mengurangi volume sampah secara signifikan,” kata Raymond, Kamis (26/3/2026).

Mengantisipasi kembalinya mahasiswa datang ke Kota Malang, DLH sudah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana. TPS-TPS di Kota Malang telah dioperasionalkan seperti sedia kala untuk mengolah sampah.

DLH Kota Malang masih memiliki tantangan yakni belum ada peremajaan kendaraan operasional pengangkut sampah.

Meski terjadi penurunan di sejumlah titik, secara umum volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih berada pada kisaran normal. Saat Lebaran, sejumlah titik justru mengalami peningkatan volume sampah.

Namun peningkatan volume sampah tersebut tidak memengaruhi jumlah keseluruhan volume sampah Kota Malang. Peningkatan di sejumlah titik itu karena memang ada kegiatan keagamaan seperti di masjid. 

DLH Kota Malang telah mengantisipasi dengan menambah jumlah pasukan kebersihan di lokasi. Dalam waktu kurang dari 3 jam, sampah diklaim sudah bersih.

“Kalau keseluruhan sampah yang masuk di TPA itu per hari itu antara 500 sampai 550, bahkan bisa sampai 600. Tapi kemarin rata-rata sekitar 500an. Karena memang tidak terlalu banyak justru ada malah pengurangan. Adapun peningkatan hanya terjadi di beberapa titik saja,” terangnya.

Baca juga: Motor Terbakar di Dekat Wisata Pantai Lon Malang Sampang, Api Sempat Membesar

DLH Kota Malang menurunkan dua truk dan 30 personil untuk mengangkut sampah di Alun-alun Merdeka Malang, depan Masjid Jami, selepas salat ied. Di Masjid Sabilillah, petugas yang dikerahkan sebanyak 20 orang.

“Kurang dari pukul 10, kondisi sudah bersih kembali,” imbuh Raymond.

Sekadar informasi, penanganan sampah di Kota Malang sedang mengalami transisi serius setelah batalnya Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Supiturang

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved