KDMP Selorojo Malang Beli Jeruk Langsung dari Petani untuk MBG

KDMP di Desa Selorojo, melakukan pembelian sebanyak kurang lebih 4 kuintal jeruk langsung dari petani.

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
BORONG JERUK - Petani jeruk, Rudianto (tengah) bersalaman dengan Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Decky Mahar Lesmana (kanan) usai bertransaksi di kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Kacamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (6/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • KDMP Selorojo membeli sekitar 4 kuintal jeruk langsung dari petani untuk program MBG
  • Jeruk yang dibeli dikategorikan grade A sesuai standar SPPG
  • Distribusi sudah dilakukan beberapa kali ke SPPG di Malang Raya

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, mulai menyalurkan jeruk lokal langsung dari petani untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para petani di wilayah tersebut, karena sistem pembelian langsung dinilai jauh lebih menguntungkan. 

KDMP di Desa Selorojo, melakukan pembelian sebanyak kurang lebih 4 kuintal jeruk langsung dari petani.

Jika dihitung per biji, total jeruk yang dibeli mencapai 3.100 butir lebih.

Baca juga: 11 Truk Operasional Koperasi Desa di Malang Siap Didistribusikan

Standar Kualitas Jeruk Ketat

"Ya alhamdulillah, kebetulan saya juga anggota Koperasi Merah Putih. Koperasi minta 3000 an jeruk untuk MBG," terang salah satu petani yakni Rudianto (46), Senin (6/4/2026). 

Jenis jeruk yang dijual yakni keprok 55, siyem madu hingga baby java yang baru memasuki masa awal panen.

"Jenis jeruk yang ini keprok 55, tapi ada banyak disini ada siyem madu sama baby java," jelas Rudianto kepada TribunJatim.com.

Pihak koperasi menetapkan standar khusus seperti ukuran jeruk hingga grade super (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar).

Baca juga: Orang Tua Menangis Usai Lihat Isi Gawai Anaknya, Kepsek di Kota Malang Ungkap Dampak Konten Negatif

"Jadi ada kriteria khusus mulai dari ukuran yang terpenting. Itu sesuai permintaan SPPG katanya," kata Rudianto. 

Menurutnya, koordinasi yang baik antar anggota koperasi memudahkan petani dalam memasarkan hasil buminya.

"Ya karena saya juga anggota koperasi jadi enak koordinasinya tambah mudah," tambahnya. 

Distribusi ke Malang Raya

Rudianto bilang jika dirinya sudah bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih sejak awal terbentuk pada tahun 2025 lalu. 

Ia berharap, kehadiran koperasi dapat terus memberikan kemakmuran bagi para petani lokal.

Dengan adanya jalur distribusi yang ringkas, petani tidak lagi bergantung pada spekulasi harga pasar yang sering kali dipermainkan oleh perantara, sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih terjamin.

"Ya mudah-mudahan semua petani dapat sejahteralah," pungkasnya. 

Sementara itu Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Decky Mahar Lesmana (38) mengungkapkan jika upaya pemberdayaan petani lokal di wilayah Kabupaten Malang mulai membuahkan hasil nyata. 

Pihaknya secara resmi menjadi penyuplai komoditas jeruk untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG).

"Ini berkat kerja keras semua pihak, kita dapat menyuplai bahan penunjang MBG yakni jeruk khususnya," terang Decky. 

Keberhasilan Kopdes Merah Putih menembus jaringan penyuplai MBG tidak datang begitu saja. 

Decky mengungkapkan bahwa awalnya mereka aktif menawarkan potensi tani ke berbagai pihak.

"Awalnya kita nyoba ke beberapa SPPG untuk menawarkan. Terus dibantu juga oleh Dinas Koperasi Kabupaten Malang, akhirnya kita punya link untuk ke MBG," ujarnya saat ditemui di kantor Kopdesnya. 

Decky bilang bahwa memulai pengiriman pada Januari 2026.

Koperasinya mencatat sudah melakukan sekitar enam kali pengiriman hingga saat ini.

Untuk menjaga kepercayaan, Kopdes Merah Putih menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. 

Hal ini dilakukan agar kualitas jeruk yang sampai ke tangan anak-anak di sekolah tetap terjaga.

"Pihak SPPG menetapkan kriteria khusus, mulai dari grade A, AB, hingga C sesuai permintaan," jelas Decky. 

"Jeruk dipastikan memiliki ukuran yang seragam dan tidak ada yang busuk atau rusak," tambahnya. 

Buah jeruk yang sudah dibeli dari petani dilakukan dua kali penimbangan, yaitu saat jeruk diambil dari petani dan saat diserahkan ke SPPG.

"Rata-rata pengiriman mencapai 350 kilogram atau sekitar 3.000 butir jeruk per satu SPPG," urainya. 

Untuk distribusi pihaknya mendistribusikan di berbagai wilayah di Malang Raya. 

"Kita distribusinya di Malang Raya ada di Kota, dan Kabupaten. Kalau sakarang kita kirim ke Kota yakni di SPPG Bareng Kota Malang," jelas Decky. 

Pihaknya tidak menutup kemungkinan nantinya akan mengembangkan bahan untuk MBG seperti sayur-sayuran. 

"Ke depan mungkin ada sayur. Disini juga banyak yang nanam sayur, nanti kita yang salurkan ke SPPG dengan kualitas yang bagus," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved