Kabar Gembira, 80 Angkot di Kota Malang Segera Berubah Jadi Angkutan Pelajar Gratis Pada Mei Ini
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengoperasikan 80 angkutan kota menjadi angkutan pelajar.
Penulis: Benni Indo | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Target Operasional: Mei 2026.
- Jumlah Armada Awal: 80 Angkutan Kota (Angkot).
- Tarif: Gratis untuk seluruh pelajar di Kota Malang.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengoperasikan 80 angkutan kota menjadi angkutan pelajar.
Program tersebut digadang-gadang mulai berjalan Mei 2026. Belum ada informasi tanggal pasti pengoperasiannya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa saat ini program tersebut tinggal menunggu tahap akhir sebelum resmi diterapkan. Dishub Kota Malang menunggu keluarnya Perwali untuk menyelenggarakan angkutan pelajar.
“Mudah-mudahan Mei ini terlaksana. Kami tinggal menunggu Perwali sebagai dasar pelaksanaan kebijakan,” ujar Widjaja, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Candi Karang Besuki di Kota Malang, Situs Hindu Kuno yang Tersembunyi di Area Pemakaman
Menunggu Perwali sebagai Payung Hukum
Widjaja menyatakan, angka 80 angkutan tersebut bisa saja bertambah jika kebutuhan di lapangan diperlukan. Namun, Dishub Kota Malang perlu melaksanakan tahap awal terlebih dahulu dan mengevaluasi jalannya operasional.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan jumlah armada akan ditambah menyesuaikan kebutuhan dan evaluasi di lapangan," ungkapnya.
Jam operasional layanan angkot gratis disesuaikan dengan aktivitas sekolah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Dengan begitu, para pelajar dapat terakomodir kebutuhan mobilitasnya dari rumah ke sekolah.
Dishub Kota Malang akan bekerja sama dengan koperasi yang berbadan resmi dan terkait dengan para sopir angkutan kota. Jadi, kerja sama ini tidak langsung dengan sopir angkutan kota.
Sopir akan digaji melalui koperasi yang bekerja sama. Dengan skema tersebut, sopir tidak perlu lagi mencari-cari penumpang. Keberangkatan angkutan pelajar akan sesuai jadwal, tanpa menunggu-tunggu penumpang.
“Koperasi angkot di Kota Malang sebenarnya sudah terbentuk sejak lama, sehingga tinggal dioptimalkan dalam pelaksanaan program tersebut," jelasnya.
Ketua Komisi C, DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin menerangkan Pemkot Malang akan memberikan subsidi kepada angkutan pelajar. Dengan begitu, siswa yang naik angkutan pelajar tidak dikenai tarif.
“Gratis untuk anak sekolah,” ujarnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Kota Malang Terkendala Fasilitas Olahraga di Gedung Sementara
Senada dengan Widjaja, Anas mengatakan bahwa pelaksanaan program ini masih menunggu sinkronisasi regulasi, termasuk penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar penyaluran subsidi. DPRD Kota Malang telah menyetujui alokasi anggaran sebanyak Rp 2 miliar untuk subsidi.
“Anggaran tidak bisa langsung ke sopir, harus melalui paguyuban atau koperasi. Itu yang sedang digarap secara administratif,” jelasnya.
| Tampil Apik di Barcelona, Rashford Tampaknya Tak Ingin Kembali ke Manchester United |
|
|---|
| Parkir di Pinggir Sungai, Motor Pemancing Sampang Dicuri 3 Orang Akhirnya Diamankan setelah Dijual |
|
|---|
| Video Sejoli Asyik Bermesraan di Alun-alun Tuban Viral di Media Sosial, Manfaatkan Kondisi Gelap |
|
|---|
| 3 Orang Untung Rp 1,2 M dari Jual Kode OTP Ilegal, Pembeli Bisa Login WA hingga IG Tanpa SIM Card |
|
|---|
| Anggota DPR RI Tinjau Gudang Bulog Ngawi, Stok Melimpah, Program Swasembada Pangan Dinilai Berhasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Angkutan-Kota-Malang-melintas-di-Jalan-A-Yani.jpg)