Sederet Manuskrip Kuno Koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang, Digitalisasi dan Siapkan E-Katalog
Perpustakaan Umum Kota Malang ternyata memiliki puluhan naskah kuno atau manuskrip kuno yang kini menjadi bagian dari koleksi.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Total Koleksi: 31 Naskah (18 sudah digitalisasi).
- Media: Dluwang (Kertas Jawa) dan Lontar (Kulit Kayu).
- Materi: Primbon, Pertanian, Pengobatan, dan Serat Yusuf.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perpustakaan Umum Kota Malang ternyata memiliki puluhan naskah kuno atau manuskrip kuno yang kini menjadi bagian dari koleksi.
Naskah kuno tersebut ada yang berasal dari abad 19 dan kini masih tersimpan dengan baik di Perpustakaan Umum Kota Malang.
Total ada 31 naskah kuno, enam di antaranya baru didapatkan sejak 2023-2025 kemarin hasil dari akuisisi.
Sebagai bentuk perawatan dan pelestarian, beberapa naskah kuno tersebut sudah ada yang di digitalisasi menjadi e-book.
Baca juga: Padi Sukma Ciptaan Ngateman Segera Diedarkan Tahun Depan Demi Tingkatkan Hasil Panen di Malang
Proses Digitalisasi dan Perawatan Khusus
Total sudah ada 18 naskah kuno koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang yang sudah dalam proses digitalisasi.
Proses tersebut masuk dalam tahapan alih media, yang dilakukan secara langsung di dalam ruang restorasi yang ada dalam perpustakaan.
"Sesuai peraturan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Nomor 7 Tahun 2024, kami hanya boleh melakukan alih media saja. Kalau perawatan hanya membersihkan dari debu,"
"Kemudian sebelum alih media kami juga mengolesi naskah kuno tersebut dengan minyak serai atau kemiri agar lebih muda terbaca," kata Pustakawan Ahli Muda Nesyi Primadewi kepada TribunJatim.com pada Selasa (19/5/2026).
Agar naskah kuno tersebut tidak rusak, pihak Perpustakaan Umum Kota Malang setiap sebulan sekali rajin melakukan perawatan.
Seperti membuka naskah-naskah kuno tersebut untuk membersihkan dari debu dan kotoran.
Naskah kuno tersebut ditaruh di dalam sebuah etalase khusus, dengan tambahan silica gel agar terhindar dari jamur.
Kebanyakan, naskah kuno tersebut ditulis dari media kertas atau bahasa Jawanya Dluwang.
Ada juga yang ditulis dari media kulit kayu, seperti lontar. Total ada tiga lontar yang kini dimiliki oleh Perpustakaan Umum Kota Malang.
Lontar-lontar tersebut membahas tentang ilmu pengobatan, ilmu pengetahuan hingga serat Yusuf, yang mengadaptasi kisah Nabi Yusuf dari Alquran.
Perpustakaan Umum Kota Malang
manuskrip kuno
Naskah Kuno
Nesyi Primadewi
Primbon Jawa
serat Yusuf
Kota Malang
TribunJatim.com
| Museum Surabaya Siola, Ruang Edukasi yang Menyimpan Ribuan Jejak Sejarah Kota Pahlawan |
|
|---|
| Polemik Batas RW di Gayungan, Komisi A DPRD Surabaya Ambil Langkah Mediasi |
|
|---|
| Masuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Tuban Buka Jenjang SD dan Siap Tempati Gedung Baru |
|
|---|
| Museum Majapahit Trowulan Mojokerto, Jejak Kejayaan Majapahit dengan Ribuan Artefak Bersejarah |
|
|---|
| Dua Kecelakaan Terjadi di Lamongan, Enam Penumpang Elf Jadi Korban, Pemotor Tewas Terlindas Truk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Proses-alih-media-atau-digitalisasi.jpg)