Fenomena Hewan Unta di Mojokerto, Juru Sembelih Unta di Indonesia Masih Langka

Fenomena kurban unta di Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
PETERNAK UNTA - Pengelola Peternakan, Faisal Effendi menunjukkan hewan kurban unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim).  

Hasil diskusi mengenai kurban unta di Mojokerto menjadi viral, dengan harga unta mencapai lebih dari Rp 200 juta jauh lebih mahal dibandingkan sapi atau kambing.

"Prinsipnya dari sisi ibadah dan sudut pandang fiqih, kurban unta tidak masalah namun memang hanya orang tertentu yang mampu melakukannya," bebernya.

Ia menjelaskan, pihaknya menyambut baik keberadaan peternakan di Desa Watesnegoro, Ngoro menyediakan hewan kurban unta yang dapat menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat untuk berkurban pada Hari Raya Idul Adha nanti.

"Ada alternatif yang lebih murah dan merata seperti sapi maupun kambing dan lainnya, namun pada prinsipnya tetap bagi orang yang mampu," ucap Muttakin sekaligus Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto tersebut.

Muttakin menambahkan, antusiasme warga Mojokerto terhadap Idul Adha meningkat dan viralnya kurban unta menjadi bagian dari syiar yang perlu diapresiasi. 

Peternakan unta dapat berkembang di Indonesia, khususnya Kabupaten Mojokerto menjadi sentra yang diharapakan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat dan berdampak luas. 

"Pesan untuk masyarakat adalah meningkatkan kepedulian sosial dengan semangat berkurban, mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan dan tidak terjebak dalam pemahaman yang berpotensi merugikan," tutupnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved