Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Nasib Sahroni usai Ucap Orang Tolol Sedunia, Dimutasi dari Posisi Wakil Ketua Komisi III DPR

Usai ramai kontroversi ucapannya soal orang tolol sedunia, jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kini terimbas.

DOK. Humas DPR RI
DIMUTASI - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dalam salah satu kesempatan. Sahroni dimutasi dari posisinya setelah ucapannya orang tolol sedunia viral di media sosial hingga menjadi kontroversi, Jumat (29/8/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - Usai ramai kontroversi ucapannya soal orang tolol sedunia, jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kini terimbas.

Sahroni dimutasi dari jabatannya sebut.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim.

Hanya saja, Sahroni bukan dipecat melainkan dirotasi rutin.

"Rotasi rutin," ujar Hermawi kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Alasan Dirotasi

Hermawi membantah jika Sahroni dicopot dari jabatannya.

Dia menyebut, itu hanyalah langkah Nasdem dalam melakukan penyegaran.

"Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran," imbuhnya.

Saat ditanya apakah rotasi ini dilakukan karena ucapan kontroversial Sahroni baru-baru ini, Hermawi kembali membantah.

"Rotasi biasa saja," kata Hermawi.

Baca juga: Sahroni Mundur Ditantang Salsa Erwina Hutagalung Juara Debat Se-Asia Pasific: Ane Mau Bertapa Dulu

Kontroversi ucapan Sahroni

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni merespons kritik keras dari publik yang memunculkan desakan agar DPR dibubarkan.

Desakan itu mencuat seiring munculnya rincian gaji dan penghasilan anggota DPR yang dinilai fantastis hingga Rp 230 juta, namun dinilai tak diimbangi dengan kinerja anggota DPR.

Di sisi lain, adanya kenaikan tunjangan bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit di masyarakat dianggap tidak pantas.

Ahmad Sahroni lalu merespons desakan pembubaran DPR RI itu saat melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumut pada Jumat (22/8/2025).

Sahroni menuturkan desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru.

Ia bahkan ia menyebut pandangan ini sebagai mental orang tolol.

Sahroni mengingatkan boleh saja mengkritik DPR, mencacai maki dan komplain.

Hanya saja harus punya adat istiadat dan sopan santun dalam menyampaikan kritik.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

TOLAK DEBAT - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menolak tantangan debat terbuka dari influencer muda, Salsa Erwina Hutagalung. Ucapannya soal orang tolol sedunia viral di media social, Kamis (28/8/2025).
TOLAK DEBAT - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menolak tantangan debat terbuka dari influencer muda, Salsa Erwina Hutagalung. Ucapannya soal orang tolol sedunia viral di media social, Kamis (28/8/2025). (Dok. Tribunnews)

Klarifikasi Ahmad Sahroni soal "orang tolol sedunia"

Ahmad Sahroni membantah dirinya bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Ia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia.

Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.

Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujar dia.

Baca juga: Sosok Salsa Erwina Hutagalung Tantang Debat Orang Tolol Sedunia, Ahmad Sahroni: Ane Masih Bloon

Profil dan rekam jejak Ahmad Sahroni

Dikutip dari Kompas.com, Sahroni adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Ia lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 Agustus 1977.

Ahmad Sahroni berasal dari keluarga sederhana.

Dikutip dari website Partai Nasdem, ibunya dahulu merupakan penjual nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Masa kecilnya diwarnai dengan berbagai pekerjaan sambilan untuk membantu ekonomi keluarga.

Ia pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, sopir antar jemput anak sekolah, serta staf operasional di perusahaan bahan bakar minyak.

Karier bisnisnya berkembang pesat; ia pernah menjabat sebagai direktur utama beberapa perusahaan, mengelola usaha pengangkutan bahan bakar minyak dengan beberapa kapal tongkang, dan juga merambah bisnis properti.

Ahmad Sahroni dikenal sebagai "crazy rich" Tanjung Priok sekaligus penggemar otomotif. Ia menjadi pendiri dan presiden Brotherhood Club Indonesia dan ketua Ferrari Owner's Club Indonesia.

Baca juga: Sosok Ahmad Sahroni Sebut Bubarin DPR adalah Orang Tolol Sedunia, Eks Wakapolri: Tidak Sepantasnya

Karier politik

Soal karier politiknya, ia bergabung dengan Partai NasDem tahun 2013.

Kala itu Ahmad Sahroni berhasil menjadi anggota DPR RI sejak pemilu 2014 mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta III.

Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR periode 2019–2024 yang menangani bidang hukum, HAM, dan keamanan.

Pada November 2021, ia ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Ketua Pelaksana Formula E 2022.

Di partainya, ia menjabat Bendahara Umum DPP NasDem sejak 2019 hingga kini.

Pendidikan Ahmad Sahroni mencakup S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa (2009), S-2 di Stikom InterStudi (2020), dan doktor ilmu hukum di Universitas Borobudur Jakarta (2024).

Biodata Ahmad Sahroni

Nama: Ahmad Sahroni

Lahir: 8 Agustus 1977, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Profesi: Pengusaha dan Politisi NasDem

DPR RI: Dua periode sejak 2014, Wakil Ketua Komisi III DPR RI 2019-2024

Jabatan partai: Bendahara Umum DPP NasDem

Ketua Pelaksana Formula E 2022 DKI Jakarta

Pendidikan: S1 Ekonomi, S2, dan Doktor Ilmu Hukum

Bisnis: Perusahaan pengangkutan BBM, properti, otomotif. 

Harta Kekayaan Ahmad Sahroni

Adapun harta kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp 328 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK pada 21 Februari 2025 untuk periodik 2024.

Ahmad Sahroni tercatat memiliki tanah dan bangunan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved