Berita Viral
Wajah 7 Anggota Brimob di dalam Rantis yang Lindas Driver Ojol Affan, Tertunduk Diperiksa Propam
Tujuh orang anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas Affan diperiksa Propam Polri.
TRIBUNJATIM.COM - Tujuh orang anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21) menjalani pemeriksaan.
Polri menayangkan proses pemeriksaan 7 anggota Brimob secara langsung melalui akun Instagram Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, @divisipropampolri, Jumat (29/8/2025).
Tampang para anggota Brimob yang ada di dalam mobil rantis yang lindas Affan itu menuai sorotan.
Diketahui ketujuh anggota Brimbob tersebut yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y dan Bharaka D.
Mereka tampil dengan menggunakan baju tahanan berwarna hijau, dengan kalimat punggung Titipan Divpropam Polri.
Sebagian dari mereka hanya menunduk dengan sorot mata kosong.
Baca juga: Seorang Pekerja Keras, Affan Dulunya Sekuriti Kompleks & Pernah Bantu Tangkap Maling
Mereka berhadapan dengan empat orang berpakaian batik, yang memimpin pemeriksaan.
Terlihat juga Komisioner Kompolnas M Choirul Anam berada di ruangan tempat pemeriksaan tersebut.
Dikutip dari tayangan siaran langsung, para polisi yang diperiksa duduk sejajar di hadapan polisi lain yang memeriksa mereka secara berbarengan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan tidak ada yang ditutup-tutupi dari proses pemeriksaan tersebut.
Ia mengeklaim, Polri juga akan melibatkan pihak eksternal sebagai bentuk pengawasan dan akuntabilitas publik.
Trunoyudo juga memastikan penanganan kasus ini tidak akan tebang pilih dan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Seluruh pihak terkait akan kita proses, tidak ada yang kita tutup-tutupi,” kata Trunoyudo, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Affan Meninggal Dunia, Pengemudi Ojol Dilindas Mobil Rantis Brimob, Begini Respon Istana Negara

Siapa yang Nyetir Rantis?
Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkap identitas tujuh anggota Brimob itu, mereka ialah polisi berpangkat Kompol hingga Bharaka.
"Jadi ada tujuh (anggota brimob), yang pertama tertangkap Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D," kata Karim di RSCM, Jakarta, Kamis malam.
Karim menjelaskan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku termasuk mencari tahu siapa sopir yang mengendarai barakuda tersebut.
Ia baru dapat memastikan tujuh orang itu berada di dalam barakuda yang melindas korban bernama Affan Kurniawan (21).
"Masih kita dalami siapa yang nyetir, masih kita dalami. Kita masih belum bisa tahu, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana," ujar Kadiv Propam.
Menurutnya, saat ini ketujuh anggota Brimob itu masih menjalani pemeriksaan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
"Tentunya saat ini pelaku sudah kita amankan, yang saat ini dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," ucap Karim.

Baca juga: Siapa Sosok Pengemudi Mobil Rantis Brimob yang Lindas Ojol Affan? Ini Daftar 7 Polisi yang Diamankan
Perintah Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatiannya terhadap insiden pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas oleh kendaraan taktis (Rantis) Baraccuda Brimob Polri dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).
Prabowo menyampaikan duka belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.
Dia mengaku kecewa atas tindakan anarkis aparat yang membuat driver ojek online, Affan meninggal dunia.
"Saya telah mengikuti perkembangan akhir-akhir ini, di mana tadi malam ada demonstrasi yang mengarah kepada tindakan anarkis juga ada peristiwa di mana petugas menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan almarhum Affan Kurniawan meninggal dunia," kata Prabowo di video rilisnya, dilansir dari Instagram Kompas, Jumat (29/8/2025), via Tribun Sumsel.
Prabowo menegaskan akan menjamin kehidupan keluarga Affan.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, baik kepada orang tua maupun adik dan kakak-kakaknya,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku terkejut dan prihatin atas insiden demonstrasi yang berujung menelan korban jiwa.
Dia juga memerintahkan institusi Polri untuk mengusut insiden tersebut hingga tuntas dan transparan, serta memastikan pelaku diberikan hukuman sesuai yang berlaku.
”Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan, saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab," ujarnya.
"Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Prabowo.
Dalam situasi seperti ini, Prabowo juga mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang dipimpinnya.
"Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tidak lanjuti. Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat. Tidak menguntungkan masyarakat. Tidak menguntungkan bangsa kita," terang Prabowo.
Prabowo menuturkan bangsa Indonesia saat ini berbenah diri.
"Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga semua kekuatan semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
Kita akan menjadi bangsa yang maju kita akan menjadi bangsa yang mandiri yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain.
Untuk itu kita harus waspada, kita harus tenang dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin Membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silahkan untuk disampaikan, kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.
Saya kira itu pesan saya Terima kasih," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam, di sekitaran Pejompongan, Jakarta, dalam rangkaian demonstrasi massa.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
Brimob
ojek online
Affan Kurniawan
Propam Polri
pelindas Affan dengan mobil rantis
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
berita viral
5 Fakta Ojol Dilindas Mobil Rantis Brimob Polri, Keluarga Affan Minta Keadilan, Komnas HAM Mengecam |
![]() |
---|
Reaksi DPR soal Demonstrasi Rakyat: Kerja WFH, Pakai Mobil Plat Sipil hingga Tiadakan Rapat |
![]() |
---|
Sindiran Said Iqbal ke DPR Joget-joget Naik Gaji Rp100 Juta, Buruh Harus Demo Dulu: Menyakiti Rakyat |
![]() |
---|
Seorang Pekerja Keras, Affan Dulunya Sekuriti Kompleks & Pernah Bantu Tangkap Maling |
![]() |
---|
Sosok Ahmad Sahroni Copot Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Usai Sebut 'Orang Tolol Sedunia' |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.