Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sejarah Gedung DPR RI yang Kini Jadi Sasaran Demo Polemik Keputusan Dewan

Salah satu tempat yang jadi pusat berkumpulnya massa adalah di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

Editor: Torik Aqua
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
SASARAN DEMO - Ilustrasi Gedung DPR/MPR. Simak sejarah gedung DPR RI yang kini jadi sasaran demo rakyat. 

Arsitektur gedung ini dirancang oleh Soejoedi Wirjoatmodjo, seorang arsitek ternama Indonesia.

Rancangannya kemudian disahkan langsung oleh Presiden Soekarno pada 22 Februari 1965.

Desain bangunan ini sangat khas, terutama pada Gedung Nusantara yang berbentuk kubah setengah lingkaran menyerupai sayap burung yang akan terbang.

Filosofi tersebut melambangkan semangat kebangkitan bangsa Indonesia.

Pembangunan sempat terhenti akibat peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Setelah kondisi politik stabil, pembangunan dilanjutkan kembali melalui Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 pada 9 November 1966.

Sejak saat itu, peruntukannya diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI yang kita kenal hingga sekarang.

Kompleks gedung MPR/DPR/DPD RI

Kompleks parlemen ini terdiri dari berbagai bangunan penting, yaitu:

Gedung Nusantara: Gedung utama dengan kubah setengah lingkaran, simbol ikonik kompleks parlemen.

Gedung Nusantara I: Menara setinggi 100 meter dengan 24 lantai yang menjadi salah satu pusat aktivitas anggota dewan.

Gedung Nusantara II, III, IV, dan V: Gedung-gedung tambahan untuk mendukung kegiatan legislatif.

Gedung Bharana Graha: Tempat penyelenggaraan berbagai acara resmi.

Gedung Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD: Pusat administrasi dan kesekretariatan lembaga.

Gedung Mekanik: Penunjang teknis operasional gedung.

Masjid Baiturrahman: Fasilitas ibadah yang tersedia di dalam kompleks.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved