Berita Viral

Menteri Bahlil Pernah Busung Lapar, Tetap Dukung Penuh dan Sebut MBG Program Mulia

Menteri Bahlil belakangan mengungkapkan pengalaman hidup susah ketika menjadi mahasiswa, ternyata sebelumnya pernah busung lapar.

Editor: Ignatia Andra
Tribunnews.com
BAHLIL UNGKAP MASA KECIL - Potret Bahlil ditemui beberapa waktu lalu. Menteri Bahlil tampak mengungkapkan dukungan penuh terhadap program MBG. 

“Kemudian adalah Koperasi Merah Putih, ketahanan energi, swasembada pangan, sekolah rakyat. Ini bagian yang juga harus didorong, disosialisasikan, dan disukseskan sebagai program prioritas Bapak Presiden,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar akan tetap solid mendukung pemerintahan yang sah, sekaligus memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, Golkar bukan hanya partai politik yang menjadi pilar pemerintahan, tetapi juga motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.

“Golkar akan terus menjadi partai yang hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar mendukung dari belakang, tapi ikut memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Acara tasyakuran HUT ke-61 Partai Golkar dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, kader senior, serta perwakilan sayap partai.

Suasana acara berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan, menandai semangat Golkar untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pemerintahan dan pembangunan nasional.

Menteri Bahlil memang dikenal sebagai orang sederhana sebelum terjun ke dunia politik.

Dikutip TribunJatim.com dari berbagai sumber, sejak masa sekolah dasar, Bahlil sudah tumbuh dalam kondisi yang menuntut kemandirian. 

Dia menjalani SD di SD Negeri 1 Seram Timur, kemudian SMP di SMP Negeri 1 Seram Timur, Maluku. 

Saat remaja, kala SMA ia belajar di SMEA/YAPIS Fakfak, Papua Barat. 

Karena latar ekonomi keluarga yang terbatas, Bahlil sejak kecil sudah ikut membantu secara ekonomi.

Baca juga: Kisah Sukses Triani, Lulusan ITB yang Jualan Tas hingga Tembus Pasar Meksiko, 6 Kali Gagal Berbisnis

Ketika SD ia berjualan kue, saat SMP menjadi kondektur angkot, di SMA bahkan menjadi sopir angkot atau pekerja paruh waktu lainnya di terminal.

Ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) yang kini menjadi STIE Port Numbay di Jayapura.

Bahlil juga tercatat mengambil magister dan aktif di organisasi mahasiswa.

Dalam organisasi kampus, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menduduki posisi Bendahara Umum PB HMI. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved