Ramadan 2026

Doa Menyambut Bulan Ramadan 2026 yang Mengandung 3 Permohonan Mulia

Doa menyambut Ramadan dianjurkan sebagai bentuk kesiapan iman agar diberi umur, kesehatan, dan kemampuan beribadah.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
BULAN RAMADAN - Ilustrasi Khotmil Qur'an di Bulan Ramadan. Doa menyambut Ramadan dianjurkan sebagai bentuk kesiapan iman agar diberi umur, kesehatan, dan kemampuan beribada, Minggu (25/1/2026). 

Ketiga, wa tasallamhu minni mutaqabbalan, yaitu harapan agar semua amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.

PERSIAPAN RAMADAN - Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan persiapan bulan Ramadan 1447 Hijriah dan doa yang dipanjatkan, Minggu (25/1/2026).
PERSIAPAN RAMADAN - Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan persiapan bulan Ramadan 1447 Hijriah dan doa yang dipanjatkan, Minggu (25/1/2026). (YouTube ANB Channel)

Persiapan Fisik Menjelang Bulan Ramadan

Selain berdoa, persiapan menjelang Ramadan juga perlu dilakukan secara fisik dan batin. 

Ustaz Ammi menjelaskan aktivitas Ramadan menuntut kekuatan fisik karena melibatkan puasa di siang hari serta qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah di malam hari.

Karena itu, bulan Syaban dianjurkan sebagai masa pemanasan, termasuk membiasakan puasa sunnah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan ini.

"Coba lakukan persiapan fisik, karena kegiatan di bulan Ramadan meliputi puasa, qiyamul lail, tadarus, sedekah. Dari keempat kegiatan ini, manusia jihad fisik siang malam. Di siang hari siang puasa, malam salat malam. Konsekuensinya berat beraktivitas siang hari. Maka pemanasan sebelum Ramadan," terang Ustaz Ammi.

Dari sisi ibadah, umat Islam juga dianjurkan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sebelum Ramadan

Membentuk halaqah tadarus sederhana, bahkan hanya berdua, dinilai efektif untuk melatih konsistensi membaca Al-Qur’an.

Tak heran jika para hafiz dan pencinta Al-Qur’an memperbanyak bacaan mereka sejak Syaban.

"Dikatakan selama bulan Syaban, Rasulullah dikatakan berpuasa hampir satu bulan utuh. Ini menunjukkan bulan Syaban momentum memperbanyak ibadah sebelum Ramadan," jelasnya.

Para ulama mengibaratkan bulan Syaban ini ibarat qobliyah salat. Agar masuk ke bulan Ramadan sudah lebih siap.

Begitu juga dengan sedekah, bisa dimulai dari bulan Syaban, misalkan ikut menyumbang untuk buka puasa Ramadan atau mempersiapkan belanja kebutuhan untuk Lebaran, agar nanti tidak mengganggu ibadah selama Ramadan.

"Misalkan Anda punya niat bagikan parsel lebaran untuk tetangga atau orang tak mampu, bisa dilakukan pada bulan Syaban. Sehingga nanti pada saat Ramadan tidak ada lagi yang jalan ke mal atau pasar," ujar Ustaz Ammi.

Baca juga: Cara Bayar Fidyah Jika Utang Puasa Ramadan Belum Diganti Bertahun-tahun, ini Penjelasannya

Persiapan batin

Persiapan batin pun tak kalah penting. Membersihkan hati dari dosa menjadi kunci agar ibadah Ramadan terasa ringan.

Ustaz Ammi mengutip Surah Al-Insyirah yang menggambarkan dosa sebagai beban berat di punggung manusia.

Ketika dosa berkurang, ketaatan pun terasa lebih ringan dan ibadah menjadi lebih khusyuk.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved