Berita Viral

Kepala Dinkes Minta Warga Serius Waspada Virus Nipah, Sudah Banyak Kasus Meninggal

Virus Nipah patut diwaspadai, Dinkes minta masyarakat tidak menyepelekan karena sudah banyak kasus meninggal.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Istimewa/TribunJatim.com
NIPAH - Ilustrasi virus yang berkembang dan memperbanyak sel sebelum menginvasi inangnya yakni hewan hingga manusia. Virus Nipah belakangan sedang disoroti karena tingkat bahayanya. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes DKI Jakarta minta warga waspada dengan penyebaran Virus Nipah
  • Virus Nipah disebarkan melalui hewan yang sedang mengalami sakit atau terluka
  • Beberapa korban yang ada sudah mencetak angka meninggal dunia.

 

TRIBUNJATIM.COM - Dinas Kesehatan memperingatkan masyarakat untuk waspada dengan Virus Nipah.

Virus Nipah yang belakangan dinilai pakar kesehatan sebagai virus mematikan.

Penyebaran Virus Nipah ini juga masih menjadi perbincangan hangat.

Apalagi setelah beberapa waktu lalu viral, adanya kawanan burung dari Rusia dan China yang bermigrasi menuju Jawa Timur.

Kepala Dinkes minta waspada

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, menyusul peringatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait potensi penularan penyakit zoonotik berbahaya tersebut.

Ani menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antar manusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara serius oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Virus Nipah adalah penyakit zoonotik berbahaya. Penularannya bisa terjadi dari hewan ke manusia maupun antar manusia, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujar Ani saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Senin (2/2/2026), seperti dikutip TribunJatim.com.

Baca juga: Beli Minum tapi Tak Mematikan Mesin, Mobil Sopir Taksi Online ini Digondol Penumpang

Ia menambahkan, penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.

Selain itu, risiko penularan juga bisa berasal dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.

Terkait gejala, Ani menyebutkan bahwa pada tahap awal penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Namun, dalam kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak (ensefalitis) yang berakibat fatal.

Cara pencegahan

Untuk mencegah penularan, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari konsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.

Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan kontak dengan hewan yang sakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved