Berita Viral
Kepala Dinkes Minta Warga Serius Waspada Virus Nipah, Sudah Banyak Kasus Meninggal
Virus Nipah patut diwaspadai, Dinkes minta masyarakat tidak menyepelekan karena sudah banyak kasus meninggal.
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
“Jika mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tegas Ani.
Dinkes DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyebaran virus Nipah.
Kemenkes Siapkan Test PCR Seperti Era Pandemi Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut alasan pemerintah Indonesia belum menutup pintu masuk atau perbatasan negara di tengah laporan merebaknya virus Nipah di India.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Meski demikian, pemerintah menilai situasi global saat ini masih dalam tahap pemantauan ketat dan belum memerlukan langkah ekstrem berupa penutupan perbatasan.
Budi menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi situasi global serta belum adanya rekomendasi resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berdasarkan laporan pemantauan global dan data WHO, hingga 25 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek penyakit virus Nipah di wilayah West Bengal, India.
Jumlah tersebut dinilai masih sangat terbatas, sehingga pemerintah Indonesia memilih fokus pada penguatan pengawasan ketimbang pembatasan perjalanan internasional.
“Jadi surveillance-nya kami perkuat. Kami belum melihat rekomendasi WHO untuk menutup perbatasan karena kasusnya masih sangat sedikit,” ujar Budi dalam keterangannya yang dikutip Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Meski belum menutup perbatasan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkuat sistem skrining.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan alat pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) metode yang sama seperti digunakan saat pandemi Covid-19.
Reagen PCR untuk deteksi virus Nipah telah disebar ke sejumlah laboratorium milik Kemenkes, sehingga pemeriksaan dapat segera dilakukan jika ditemukan kasus yang dicurigai.
Dengan kesiapan tersebut, pemeriksaan laboratorium dapat segera dilakukan terhadap pasien yang menunjukkan gejala mencurigakan, seperti batuk berkepanjangan atau gangguan kesehatan serius lainnya.
Budi mengingatkan, virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi sehingga kewaspadaan tetap harus dijaga meski belum ada kasus di Indonesia.
Baca juga: Mengenal Gejala Virus HMPV, Kelompok yang Rentan Terjangkit dan Cara Pencegahan dan Mengobatinya
Seberapa bahaya Virus Nipah?
Seluruh dunia tengah waspada dengan penyebaran virus Nipah, selepas beberapa kasus infeksi dilaporkan terjadi di India.
Kepala Dinas Kesehatan
virus Nipah
virus Nipah berasal dari kelelawar buah
Waspadai gejala virus Nipah
tingkat kematian virus Nipah
berita viral
TribunJatim.com
| Murid yang Diminta Pindah Sekolah karena Nunggak Bayar Seragam Banjir Bantuan, Kepsek Akui Emosional |
|
|---|
| Sosok Bos Maskapai Potong Gajinya Sendiri untuk Cegah PHK Karyawan, Berangkat Kerja Naik Bus |
|
|---|
| Sosok Iman Sutiawan Ketua DPRD Kepri yang Kendarai Moge Tak Pakai Helm, ini Sikap Dirlantas |
|
|---|
| Sosok Brigadir Arya Supena, Intel Polisi yang Tewas Ditembak usai Tegur Maling Motor |
|
|---|
| Pernah Gondol Rp 20 Juta, Pengamen ini Kepergok Bocah saat Kembali Congkel Kotak Amal Masjid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-virus-yang-berkembang-di-sekitar-kehidupan-manusia.jpg)