Berita Viral
Lala Sesak Napas Tidak Bisa Cuci Darah, BPJS Kesehatan Mendadak Dinonaktifkan, Datanya Berubah
Kondisi tubuh Lala perlahan menunjukkan gejala memburuk ketika jadwal cuci darah pada Rabu (4/2/2026) terancam gagal.
TRIBUNJATIM.COM - Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang tiba-tiba dinonaktifan membuat sejumlah pasien terancam.
Hal itu dialami Lala (34), bukan nama sebenarnya, yang selama ini mengikuti jadwal cuci darah.
Setiap Rabu dan Sabtu, mesin hemodialisa menjadi penopang hidupnya.
Baca juga: Bangga Puluhan Tahun Rawat Makam Jenderal Polisi Hoegeng, Nani Ungkap Sosok Almarhum
Namun, rutinitas tersebut mendadak goyah gara-gara BPJS Kesehatan miliknya dinonaktifkan.
Kabar tersebut ia terima saat mendatangi RS Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi, untuk kontrol kesehatan pada Senin (2/2/2026) malam.
Nama Lala tak lagi tercantum sebagai peserta PBI BPJS Kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Padahal, bagi pasien gagal ginjal, penundaan bukan pilihan.
Ketika jadwal cuci darah pada Rabu (4/2/2026) terancam gagal, kondisi tubuh Lala perlahan menunjukkan gejala memburuk.
"Tiba-tiba per 1 Februari diputus. Besoknya jadwal HD. Sekarang saja sudah sesak napas. Kalau besok enggak ada HD, saya sudah enggak tahu lagi," ujar Lala, Rabu (4/2/2026), dilansir dari Kompas.com.
Selama tiga tahun terakhir, layanan BPJS Kesehatan melalui skema PBI menjadi satu-satunya jalan bagi Lala untuk bertahan.
Tanpa itu, biaya cuci darah mustahil ia jangkau secara mandiri.
Upaya mengaktifkan kembali kepesertaan pun ia tempuh dengan mendatangi Puskesmas Jatibening berharap ada solusi cepat.
Namun, ia justru diarahkan untuk mengurus administrasi lanjutan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi.
Bagi Lala, proses tersebut terasa tak sejalan dengan kondisi kesehatannya yang mendesak sementara waktu terus berjalan dan tubuhnya kian melemah.
"Di Puskesmas penuh orang-orang yang BPJS-nya juga mendadak tidak aktif. Jadi bukan cuma saya. Semua pada pusing dan capek," katanya.
| Harta Kekayaan dan Isi Garasi Letjen Robi Herbawan yang Ditunjuk Menjadi Kepala BAIS TNI |
|
|---|
| Sesumbar Eks Wamenaker Noel Ebenezer Minta Dihukum Mati Jika Terbukti Memeras Pengusaha |
|
|---|
| Sosok Kuswandi Diduga Bantu Ashari yang Panik Kabur dari Polisi, Ngaku Terima Rp 150 Juta |
|
|---|
| Nasib Camat Viral Karena Diduga Selingkuh Kini Dicopot dari Jabatannya, Bupati Angkat Bicara |
|
|---|
| Alasan Satuan Nekat Akhiri Hidup Mertuanya, Sempat Kepergok KDRT ke Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ruang-cuci-darah-rsud-dr-m-soewandhie-surabaya-gagal-ginjal.jpg)