Ramadan 2026

Hukum Sengaja Mokel atau Tidak Puasa di Bulan Ramadan 2026

Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.Ada keringanan bagi yang mengalami sakit atau uzur.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/TribunJatim.com/Hotel Majapahit MGallery
MOKEL - Ilustrasi berbuka puasa. Hukum sengaja mokel di bulan Ramadan. 

Ringkasan Berita:
  1. Orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa uzur mendapat ancaman berat.
  2. Ramadan sebagai waktu suci dengan aturan puasa yang ketat.
  3. Puasa boleh ditinggalkan hanya bagi kelompok beruzur syar’i.

 

TRIBUNJATIM.COM - Simak hukum mokel dengan sengaja di bulan Ramadan.

Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Ada keringanan bagi yang mengalami sakit atau uzur.

Namun bagaimana hukumnya orang Islam yang sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadan?

Baca juga: Persiapan Awal Ramadan 2026: Kemenag Blitar Survei Lokasi Rukyatul Hilal, Gedung RSUD Jadi Pilihan?

Berikut hukum membatalkan puasa dengan sengaja dari hadits yang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu,

dia berkata:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ لَمْ يُجِزْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ، فَإِنْ شَاءَ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ.

Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa alasan, maka tidak dibolehkan baginya mengerjakan puasa dahr sehingga dia menemui Allah.

Jika Allah berkehendak, Dia akan memberikan ampunan kepadanya dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengadzabnya.”

Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu anhu, juga pernah meriwayatkan sebuah hadits.

dia berkata:

“Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعِي -عَضَدِيْ- فَأَتَيَا بِي جَبَلاً وَعِرًا فَقَالاَ: اِصْعَدْ، فَقُلْتُ: إِنِّي لاَ أُطِيْقُ، فَقَالاَ: سَنُسَهِّلُهُ لَكَ. فَصَعَدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَادِ الْجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ فَقَالاَ: مَا هَذِهِ اْلأَصْوَاتُ؟ قَالُوْا: هَذَا عَوَاءُ أَهْلِ النَّارِ، ثُمَّ انْطَلَقَا بِي فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مَعَلَّقِيْنَ بِعَرَاقِيْبِهِمْ مَشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحِلَّةَ صَوْمِهِمْ -أَيْ قَبْلَ وَقْتِ اْلإِفْطَارِ

“Ketika tengah tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal seraya berkata:

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved