Perampokan Mencekam di Banyumas, Anak Korban Dibekap Hingga Mimisan
Empat kawanan perampok menyatroni rumah di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (9/2/2026)
Ringkasan Berita:
- 4 perampok menyatroni rumah pasangan Kodrat dan Nurgiyanti di Desa Kotayasa, Banyumas, Senin (9/2/2026) dini hari, saat seluruh penghuni rumah tertidur.
- Pelaku menyekap dan mengikat seluruh keluarga, termasuk dua anak korban, serta mengancam menggunakan senjata tajam dan ancaman tembak.
- Perampok masuk melalui jendela kamar anak yang dicongkel, lalu membawa kabur ponsel, uang sekitar Rp12 juta, perhiasan, serta sebuah set top box.
TRIBUNJATIM.COM - Kawanan perampok menyatroni rumah di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (9/2/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 hingga 02.00 WIB saat seluruh penghuni rumah tengah terlelap tidur.
Di dalam rumah terdapat satu keluarga yang terdiri dari Kodrat (41), Nurgiyanti (39), serta dua anak mereka, Luigi (14) dan Lutfi (8).
Nurgiyanti mengaku terbangun ketika dua pelaku tiba-tiba masuk ke kamar tidurnya. Ia langsung diikat dan dipaksa keluar kamar.
Setelah keluar, ia melihat suaminya sudah dalam posisi tengkurap di lantai dengan tangan terikat ke belakang dan kaki terikat. Anak keduanya juga berada bersamanya.
Tak lama kemudian, terdengar teriakan anak pertamanya dari kamar lain. Nurgiyanti berusaha menghampiri, namun mendapati dua pelaku sedang menindih anaknya di atas tempat tidur.
Salah satu pelaku menekan kepala korban, sementara pelaku lainnya menahan kaki. Wajah anak tersebut bahkan dibekap menggunakan bantal hingga mimisan.
“Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti. Pelaku kemudian meminta saya untuk diam dan tidak berteriak,” ucap Nurgiyanti dikutip dari Tribunbanyumas.com.
Baca juga: Kronologi Lengkap Begal Sadis di Sampang, Ojol Asal Sidoarjo Dibakar Penumpang dan Motor Dirampas
Karena ketakutan, Nurgiyanti menuruti perintah para pelaku. Ia kemudian dibawa kembali ke kamar bersama suaminya yang masih dalam kondisi terikat.
Di dalam kamar, Nurgiyanti sempat membuka ikatan di tangannya. Namun, ia berpura-pura tetap terikat agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku.
Para perampok kemudian menggasak sejumlah harta benda, mulai dari uang tunai hingga perhiasan. Beberapa saat kemudian, suasana rumah mendadak sunyi.
Setelah yakin para pelaku telah pergi, Nurgiyanti membuka pintu kamar dan melepaskan ikatan tangan serta kaki suaminya. Keduanya keluar rumah, namun kawanan perampok sudah tidak terlihat.
Berdasarkan keterangan korban, jumlah pelaku diperkirakan empat orang. Dua di antaranya bertubuh tinggi besar, sementara dua lainnya bertubuh lebih pendek. Sebagian pelaku mengenakan masker.
Baca juga: Sosok Herman Rampok Kasir Minimarket Rp 23 Juta untuk Foya-foya, Warga Malah Memuji Wajahnya
Salah satu pelaku disebut tidak memakai masker, namun wajahnya tidak terlihat jelas karena kondisi lampu rumah yang redup.
| PMII Probolinggo Demo Pemkot Soroti BOSDA hingga Gaji Guru, Wali Kota Enggan Teken Fakta Integritas |
|
|---|
| Melihat Sekolah Terpencil di Tengah Akses Berat, Tempat Guru ASN di Jombang yang Dipecat |
|
|---|
| Polisi Dilarang Live Streaming saat Bertugas, Mabes Polri Berikan Alasan |
|
|---|
| Maling 5 Ban Bekas Truk di Bengkel Ngaku Iseng di Hadapan Polisi |
|
|---|
| Polres Mojokerto Kenalkan SKCK Online ke Pekerja Pabrik di Kawasan Industri Ngoro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-depan-rumah-yang-mengalami-perampokan-di-Banyumas.jpg)