Perang Iran vs Israel Amerika
Eks Dubes RI Sebut Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei Tak Buat Pemerintahan Islam Iran Bubar
Iran sedang mendapatkan guncangan besar saat dikeroyok oleh Amerika dan Israel. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam
Ringkasan Berita:
- Menurut mantan Dubes RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, gugurnya Ali Khamenei tidak otomatis membuat pemerintahan Islam Iran bubar.
- Pengganti akan ditentukan oleh Dewan Pakar (ulama senior), sementara sistem pemerintahan tetap berjalan dan IRGC tetap siaga menghadapi Israel dan AS
- Kematian Khamenei dinilai dapat memperpanjang konflik Iran melawan Israel-AS, dengan kemungkinan peningkatan intensitas serangan karena Iran akan mengerahkan kekuatan lebih besar di berbagai front.
TRIBUNJATIM.COM- Iran sedang mendapatkan guncangan besar saat dikeroyok oleh Amerika dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam peristiwa itu.
Dilansir dari Tribunnews, Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit menyebut, gugurnya Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tak akan menyebabkan rezim Iran bubar.
"Dengan terbunuhnya Ayatullah Ali Khamenei tidak berarti dengan sendirinya pemerintahan Islam Iran bubar.
Tidak berarti akan ada pergantian pemimpin Iran dengan seorang berasal dari luar entitas Islam Iran," tutur Dian dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Menurut Dian, Dewan Pakar Iran yang terdiri dari sejumlah ayatullah akan menentukan pengganti Khamenei.
Baca juga: Daftar Calon Pengganti Ayatollah Ali Khamenei, Oposisi Disebut Bakal Merecoki untuk Rebut Kekuasaan
"Sekarang yang pasti bekerja adalah Dewan Pakar-nya Iran yang terdiri dari tujuh orang ayatullah senior untuk menentukan penggantinya. Selama ini proses semua sistem tetap berjalan," ujarnya.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC akan tetap berada dalam kondisi siap bertempur dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Dian juga menilai, kematian Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.
"Saya tadinya membayangkan perang kali ini juga tidak akan lama karena sekadar uji coba. Tapi buat saya dengan kejadian konfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, ceritanya agak berubah lagi bahwa perang mungkin lebih lama karena pasti Iran lebih mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada di berbagai front untuk lebih diarahkan kepada sasaran-sasaran yang lebih tertuju."
"Sehingga perang mungkin akan lebih lama, tapi yang pasti tetap akan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi," ucap Dian.
Sikap Presiden Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pembunuhan terhadap Ayatullah Ali Khamenei.
Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamanei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Ia menyebut, kematian Khamenei akan menjadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.
Menurutnya, Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad. Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataannya yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran.
Ayatollah Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei meninggal
serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran
Iran balas Israel
Israel
TribunJatim.com
berita internasional terkini
| Awalnya Tunduk 10 Syarat Iran, Donald Trump Kini Cuma Punya 3 Pilihan Setelah Gencatan Senjata Kacau |
|
|---|
| Serangan Biadab Israel ke Lebanon Kembali Bangkitkan Bara Perang, Iran Siapkan Balasan |
|
|---|
| Alasan Iran Tutup Kembali Selat Hormuz usai Isu Gencatan Senjata Muncul, Dollar AS Melemah |
|
|---|
| Amerika Serikat Kalah Perang, Donald Trump Salahkan Negara NATO yang Tak Mau Ikut Keroyok Iran |
|
|---|
| Resmi, Amerika Serikat Kalah Perang dari Iran, Lihat Isi Lengkap 10 Syarat Gencatan Senjata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Israel-serang-Iran-tepatnya-di-dekat-kantor-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)