Viral Internasional

PM Israel Benjamin Netanyahu Muncul usai Diisukan Tewas, Cari Bantuan dan Ancam Iran

Kemunculan Netanyahu ini setelah sempat diisukan tewas akibat serangan Iran. Tampak, Netanyahu menjawab pertanyaan melalui tautan video.

Editor: Torik Aqua
Istimewa/Instagram @b.netanyahu
ANCAM - PM Israel Benjamin Netanyahu muncul setelah diisukan tewas. Kini ancam pemimpin Iran, 

Ringkasan Berita:
  1. Benjamin Netanyahu ancam Mojtaba Khamenei saat konflik memanas.
  2. Tel Aviv diserang rudal Iran saat Netanyahu memberikan pidato.
  3. Islamic Revolutionary Guard Corps luncurkan gelombang ke-41 Operasi Janji Sejati 4.

 

TRIBUNJATIM.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul lalu mengancam pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Kemunculan Netanyahu ini setelah sempat diisukan tewas akibat serangan Iran.

Tampak, Netanyahu menjawab pertanyaan melalui tautan video, Kamis (12/3/2026) malam.

Netanyahu menyampaikan pidato yang menjadi pertama kali sejak perang Iran pada 28 Februari 2026.

Baca juga: Presiden Iran Umumkan 3 Syarat Utama Akhiri Perang, Amerika Serikat dan Israel Bakal Menerima?

Kemunculan Netanyahu ini pun hampir bersamaan dengan pernyataan perdana Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di Teheran.

Berdasarkan laporan Tass, saat Netanyahu memberi keterangan pers, Israel dihujani rudal Iran.

Suara sirine serangan udara berbunyi di wilayah Israel termasuk Tel Aviv, ketika Netanyahu bicara.

Sesaat sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal baru dari Iran yang mendorong pengiriman peringatan darurat ke telepon seluler penduduk di wilayah tengah negara itu.

Namun, serangan rudal Iran tak mengganggu siaran langsung pidato Netanyahu.

Netanyahu Beri Ancaman Terhadap Mojtaba Khamenei

Dalam pidatonya, Benjamin Netanyahu mengatakan kekuatan Iran tidak lagi sama setelah hampir dua minggu digempur AS-Israel.

Menurutnya pasukan elite Iran telah mengalami pukulan telak.

Netanyahu mengaku bila dirinya setiasa berbicara dengan Presiden AS Donald secara terbuka.

"Kami bertujuan untuk menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan rudal balistik ke bawah tanah," kata Netanyahu.

Netanyahu pun bersumpah untuk terus menyerang Hizbullah Lebanon setelah kelompok yang didukung Iran itu melepaskan tembakan pada 2 Maret 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved