Viral Internasional

PM Israel Benjamin Netanyahu Muncul usai Diisukan Tewas, Cari Bantuan dan Ancam Iran

Kemunculan Netanyahu ini setelah sempat diisukan tewas akibat serangan Iran. Tampak, Netanyahu menjawab pertanyaan melalui tautan video.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/Instagram @b.netanyahu
ANCAM - PM Israel Benjamin Netanyahu muncul setelah diisukan tewas. Kini ancam pemimpin Iran, 

Ketika ditanya tentang kemungkinan pendudukan militer atas wilayah Lebanon, Netanyahu mengaku dirinya telah berbicara dengan pemerintah Lebanon dan "mengatakan kepada mereka, "kalian sedang bermain api."

"Kami akan menuntut harga yang mahal dari Hezbollah. Dan saya harap pemerintah Lebanon mendukung kami," ujar Netanyahu.

Ketika ditanya tentang Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu memberikan ancaman.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk mereka. Saya tidak bermaksud memberikan pesan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujarnya.

Ia tidak mengungkapkan apakah Israel mempersenjatai para demonstran Iran atau tidak, tetapi mengatakan "Kita dapat menciptakan kondisi untuk perubahan rezim, tetapi terserah kepada rakyat Iran untuk turun ke jalan."

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam

Terpisah, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, mengungkap dirinya bersumpah bahwa Iran tidak akan berhenti membalas dendam atas darah para syuhada.

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para syuhada Anda. Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan wafatnya Pemimpin Revolusi, melainkan setiap anggota bangsa yang gugur sebagai syuhada oleh musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan,” kata Mojtaba Khamenei.

“Tanda apa pun yang Kami hapuskan atau Kami lupakan, Kami akan mendatangkan tanda yang lebih baik atau serupa dengannya,” ucapnya.

Tak lama setelah pernyataan Mojtaba Khamenei tersiar, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran pun mengumumkan peluncuran gelombang ke-41 Operasi Janji Sejati 4 terhadap target di wilayah pendudukan Israel.

Dalam pernyataannya, IRGC mengumumkan bahwa gelombang operasi ini diluncurkan dengan nama sandi "ke al-Quds yang Suci", karena dilakukan menjelang Hari Quds Internasional.

Serangan itu menargetkan sasaran-sasaran Zionis-Amerika di Tel Aviv dan al-Quds yang diduduki, serta pangkalan-pangkalan tentara teroris Amerika di wilayah tersebut.

"Operasi tersebut dilaksanakan dengan menembakkan lebih dari 10 rudal Khorramshahr yang berat dan tangguh dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Qadr dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Kheybar Shekan dengan hulu ledak seberat satu ton, rudal hipersonik Fattah dengan hulu ledak seberat satu ton, dan drone penghancur," kata IRGC dalam pernyataannya, Kamis (12/3/2026).

IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan itu dilakukan untuk menghormati para syuhada di bulan suci Ramadan dan mendedikasikan fase operasi ini kepada "pemimpin para syuhada, pemimpin revolusi yang gugur, dan keluarganya yang terhormat."

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved