Perang Iran vs Israel Amerika

Rusia Angkat Bicara usai Muncul Kabar Mojtaba Khamenei Dipindah dari Iran ke Moskow

Kata Rusia setelah Mojtaba Khamenei dikabarkan ke Moskow akibat serangan udara AS–Israel yang menewaskan ayahnya pada 28 Februari lalu.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/the guardian.com via Wartakota
MOTJABA KHAMENEI -- Kabar mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei mendadak menjadi sorotan sejumlah media internasional. Ia dilaporkan diam-diam dibawa ke Moscow untuk menjalani operasi medis setelah disebut mengalami luka serius, di tengah situasi geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. 

Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan dari Amerika Serikat-Israel.

Majelis Pakar Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi.

Baca juga: Megawati Kirim Ucapan Duka ke Iran Atas Gugurnya Ali Khamenei: Punya Ikatan Batin dengan Bung Karno

Kabar tersebut dikonfirmasi media Iran, Tasnimnews.ir.

Majelis Pakar memilih Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga.

Penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan setelah sembilan hari kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat–Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Dilansir dari Al Jazeera, Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum.

Tetapi selama beberapa dekade telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi Iran serta membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering disebut-sebut sebagai calon pengganti utama ayahnya.

Mohammad Mehdi Mirbagheri, tokoh terkemuka di Majelis Pakar, mengatakan penunjukan pengganti Ali Khamenei dilakukan secara hati-hati agar tidak ada penolakan di internal mereka.

Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang saat ini berembuk untuk menentukan nama pengganti Ali Khamenei.

“Suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk,” kata kepala Akademi Ilmu Islam Qom dalam sebuah video yang dirilis pada hari Minggu oleh kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sementara itu, pemimpin Muslim ultra-konservatif terkemuka yang mewakili kota suci Syiah Mashhad di Majelis Pakar, Ahmad Alamolhoda, mengatakan pada Minggu (8/3/2026) pemimpin telah dipilih dan sekretariat Majelis Pakar harus segera mengumumkan hasilnya.

"Pemilihan pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah ditentukan. Semua rumor bahwa Majelis Pakar belum mengambil keputusan adalah kebohongan belaka. Semuanya sekarang bergantung pada sekretaris Majelis Pakar, Ayatollah Hosseini Bushehri, yang berkewajiban untuk mengumumkan keputusan Majelis kepada publik," ujar Ahmad Alamolhoda.

Badan yang beranggotakan 88 orang tersebut memiliki wewenang untuk menunjuk pemimpin baru Iran.

Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila pemimpin tertinggi Iran wafat atau tak lagi mampu memimpin, para ahli harus menunjuk pemimpin baru sesegera mungkin.

Donald Trump Sebut Tak Akan Bertahan Lama

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved