Perang Iran vs Israel Amerika
Rusia Angkat Bicara usai Muncul Kabar Mojtaba Khamenei Dipindah dari Iran ke Moskow
Kata Rusia setelah Mojtaba Khamenei dikabarkan ke Moskow akibat serangan udara AS–Israel yang menewaskan ayahnya pada 28 Februari lalu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pun memberikan respons soal langkah Iran yang akan segera mengumumkan pemimpin tertinggi baru.
Trump berjanji akan memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump.
“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” lanjut Trump.
Trump menambahkan bahwa dia tidak ingin pemerintahan Iran ke depan kembali ke masa lalu.
“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.
Sosok Mojtaba Khamenei
Dilansir dari berbagai laporan media internasional, Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei.
Al Jazeera menulis, Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran.
Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya karena tidak berada di lokasi saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.
Dekat dengan Garda Revolusi Iran
Mojtaba diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elite yang menjadi pilar utama kekuasaan negara tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba semakin sering disebut sebagai calon penerus utama Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.
Jarang Muncul di Publik
Mojtaba Khamenei sendiri jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah memberikan pidato politik atau khutbah terbuka.
Bahkan, banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya meski namanya sering disebut dalam lingkaran kekuasaan.
Tuduhan Peran dalam Penindasan Demonstrasi
Sejumlah kelompok oposisi Iran selama hampir dua dekade juga menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah.
Tuduhan tersebut antara lain terkait dengan penanganan aksi protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau Iran 2009 setelah kemenangan pemilu presiden yang kontroversial oleh Mahmoud Ahmadinejad.
Sejak saat itu, pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah pengaruh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kerap menjadi ujung tombak dalam meredam berbagai gelombang protes nasional di Iran.
Kontroversi Kekayaan dan Jaringan Ekonomi
Selain peran politiknya, beberapa laporan media Barat juga menyebut Mojtaba memiliki jaringan ekonomi luas yang diduga terkait dengan berbagai aset di sejumlah negara.
Namun, tuduhan tersebut belum pernah secara resmi dikonfirmasi dan Mojtaba sendiri tidak pernah memberikan tanggapan publik.
Status Keulamaan Mojtaba
Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yaitu tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah.
Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews
| Bukan Indonesia, 1 Negara Asean Diizinkan Lewati Selat Hormuz Karena Sudah Dianggap Iran Sahabat |
|
|---|
| 2 Hal yang Dijadikan Ancaman Trump ke Iran Jika Tak Buka Selat Hormuz sampai 7 April |
|
|---|
| Media Iran Roasting Misi Penyelamatan Pilot Jet F-15: Didramatisasi Bergaya Seperti Hollywood |
|
|---|
| Update Negara yang Diizinkan Iran Melewati Selat Hormuz, Indonesia Kapan? |
|
|---|
| Donald Trump Dikabarkan Masuk Rumah Sakit, Isyarat Amerika Bakal Kalah Perang Lawan Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemimpin-tertinggi-iran-Mojtaba-Khamenei-ke-rusia.jpg)