Breaking News

Cuaca Panas di Indonesia Diprediksi Berlangsung hingga April? ini Kata BMKG

BMKG mengungkapkan penyebab cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Habibur Rohman
SORE CERAH - Suasana cuaca di kawasan pusat kota Surabaya yang terlihat cerah saat sore hari menjelang waktu berbuka puasa, Rabu (11/3/2026). Penyebab cuaca panas belakangan ini disebabkan karena gerak semu tahunan Matahari.  

Ringkasan Berita:
  • Penyebab cuaca panas belakangan ini disebabkan karena gerak semu tahunan Matahari. 
  • Posisi Matahari yang berada di sekitar ekuator dan berkurangnya tutupan awan pada siang hari juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas daripada biasanya. 
  • Kondisi ini juga dipicu oleh angin yang relatif lemah sehingga pemanasan permukaan menjadi lebih optimal. 

 

TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah wilayah Indonesia dilanda cuaca panas belakangan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca panas tersebut.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, kondisi itu disebabkan karena gerak semu tahunan Matahari. 

"Secara umum, suhu panas yang dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia merupakan bagian dari fenomena alam yang lazim terjadi akibat gerak semu tahunan Matahari, yaitu kondisi ketika posisi semu Matahari berada di sekitar ekuator dan relatif dekat dengan wilayah Indonesia," ucapnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (18/3/2026). 

Akibatnya, lanjut Andri, penyinaran Matahari pada siang hari terasa lebih optimal. 

Posisi Matahari yang berada di sekitar ekuator dan berkurangnya tutupan awan pada siang hari juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas daripada biasanya. 

Kondisi ini juga dipicu oleh angin yang relatif lemah sehingga pemanasan permukaan menjadi lebih optimal. 

Lantas, sampai kapan cuaca panas bakal melanda wilayah Indonesia? 

Baca juga: Alasan Cuaca Jatim Siang Menyengat Sore Gawat Hujan Deras, ini Tips Mitigasi Pancaroba dari BMKG

Perkiraan cuaca panas di Indonesia 

Andri memperkirakan, kondisi-kondisi di atas masih akan terjadi hingga bulan depan. 

"Kondisi ini dapat berlangsung dalam dua periode, yaitu sekitar periode Maret hingga April dan September-Oktober," kata dia. 

Apalagi, pada bulan April sejumlah wilayah di Indonesia bakal mulai memasuki musim kemarau

Diperkirakan cuaca panas akan terasa lebih nyata. 

Apalagi diiringi minimnya pertumbuhan awan dan berkurangnya hujan, seperti yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek beberapa hari belakangan. 

Akibatnya, radiasi Matahari yang diterima permukaan menjadi lebih intens karena tidak banyak terhalang awan, sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih terik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved