Cuaca Panas di Indonesia Diprediksi Berlangsung hingga April? ini Kata BMKG
BMKG mengungkapkan penyebab cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini.
Ringkasan Berita:
- Penyebab cuaca panas belakangan ini disebabkan karena gerak semu tahunan Matahari.
- Posisi Matahari yang berada di sekitar ekuator dan berkurangnya tutupan awan pada siang hari juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas daripada biasanya.
- Kondisi ini juga dipicu oleh angin yang relatif lemah sehingga pemanasan permukaan menjadi lebih optimal.
TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah wilayah Indonesia dilanda cuaca panas belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca panas tersebut.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, kondisi itu disebabkan karena gerak semu tahunan Matahari.
"Secara umum, suhu panas yang dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia merupakan bagian dari fenomena alam yang lazim terjadi akibat gerak semu tahunan Matahari, yaitu kondisi ketika posisi semu Matahari berada di sekitar ekuator dan relatif dekat dengan wilayah Indonesia," ucapnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).
Akibatnya, lanjut Andri, penyinaran Matahari pada siang hari terasa lebih optimal.
Posisi Matahari yang berada di sekitar ekuator dan berkurangnya tutupan awan pada siang hari juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas daripada biasanya.
Kondisi ini juga dipicu oleh angin yang relatif lemah sehingga pemanasan permukaan menjadi lebih optimal.
Lantas, sampai kapan cuaca panas bakal melanda wilayah Indonesia?
Baca juga: Alasan Cuaca Jatim Siang Menyengat Sore Gawat Hujan Deras, ini Tips Mitigasi Pancaroba dari BMKG
Perkiraan cuaca panas di Indonesia
Andri memperkirakan, kondisi-kondisi di atas masih akan terjadi hingga bulan depan.
"Kondisi ini dapat berlangsung dalam dua periode, yaitu sekitar periode Maret hingga April dan September-Oktober," kata dia.
Apalagi, pada bulan April sejumlah wilayah di Indonesia bakal mulai memasuki musim kemarau.
Diperkirakan cuaca panas akan terasa lebih nyata.
Apalagi diiringi minimnya pertumbuhan awan dan berkurangnya hujan, seperti yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek beberapa hari belakangan.
Akibatnya, radiasi Matahari yang diterima permukaan menjadi lebih intens karena tidak banyak terhalang awan, sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih terik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
| Rem Blong di Jalur Bromo, Hiace Rombongan Wisatawan Asing Picu Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan: 9 Luka |
|
|---|
| Gaji Habis Dipakai Judi Online, Pria ini Malah Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi |
|
|---|
| Bantahan Tersangka Penculik Balita di Tulungagung, Kuasa Hukum Ajukan RJ: Tak Ada Niat Jahat |
|
|---|
| Isi Tuntutan Jose Mourinho Jika Kembali ke Real Madrid, 7 Pemain Siap Didepak |
|
|---|
| Hadiri Pertemuan Guru PJOK di Nganjuk, Kang Marhaen Beri Teladan dengan Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-cuaca-sore-di-Surabaya-Ilustrasi-cuaca-Jatim-Ilustrasi-cuaca-pancaroba.jpg)