Berita Viral

Bahlil Angkat Bicara Soal Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi 1 April 2026

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Editor: Torik Aqua
Instagram/@bahlillahadalia
HARGA BBM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia angkat bicara soal harga BBM Subsidi. 

Ringkasan Berita:
  1. Bahlil Lahadalia sebut Prabowo prioritaskan rakyat kecil soal BBM.
  2. Pernyataan disampaikan di Tokyo saat kunjungan kenegaraan.
  3. Harga BBM subsidi belum naik meski minyak dunia tembus 115 dolar.

 

TRIBUNJATIM.COM - Arah kebijakan harga BBM subsidi kini diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Kebijakan ini menyusul lonjakan harga minyak dunia yang kini tembus 115 dolar AS per barel.

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Jawaban ini sekaligus merespons isu yang beredar menyebut harga BBM akan naik per 1 April mendatang.

Bahlil meminta publik untuk memercayakan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo selaku kepala negara.

Dia meyakini eks Danjen Kopassus itu punya hati untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.

"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," ujar Bahlil saat ditemui di lokasi penginapan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Lonjakan harga minyak dunia menyusul perang di Timur Tengah membuat sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Thailand, Filipina, dan Australia menaikkan harga BBM.

Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi belum naik untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi.

Akan tetapi, pemerintah tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.

"Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar AS (per barel). Di dalam negeri (harga) masih stabil. Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," tambahnya.

Terkait dengan rencana kenaikan harga, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi golongan masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved