Berita Viral

Kebakaran Motor di SPBU tapi APAR Tak Kunjung Dipakai, Pertamina Angkat Bicara

Motor kebakaran di SPBU namun alat pemadam api ringan (APAR) tak kunjung dipakai. Hingga akhirnya motor tersebut hangus kebakaran.

Editor: Torik Aqua
kolase/Tangkapan layar via Tribun Jateng
KEBAKARAN - Nasib motor kebakaran di pom bensin, pemilik minta dipadamkan pakai APAR tapi pihak SPBU beralasan, Pertamina angkat bicara. 

Ringkasan Berita:
  1. Pertamina menyatakan petugas SPBU telah menjalankan prosedur sesuai standar saat insiden.
  2. Penanganan kebakaran dilakukan setelah memastikan area pengisian BBM aman.
  3. Narasi korban berbeda dengan versi Pertamina, terutama soal penggunaan APAR.

 

TRIBUNJATIM.COM - Viral sebuah motor kebakaran di SPBU namun alat pemadam api ringan (APAR) tak kunjung dipakai.

Hingga akhirnya motor tersebut hangus kebakaran.

Hal ini membuat Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah angkat bicara soal kebakaran motor di SPBU Sriwijaya.

Berdasarkan video viral, korban menyebut jika dirinya tak diperbolehkan menggunakan APAR SPBU meski motornya kebakaran di lokasi.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran Rumah di Penompo Mojokerto, 3 Luka-luka dan Ada Korban Tewas 

Di media sosial, kolom komentar dibanjiri beragam penilaian publik terhadap respons petugas di lapangan.

Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan hasil penelusuran internal menunjukkan operator telah menjalankan standar operasional saat kejadian berlangsung.

"Tidak ada, yang dilakukan sudah sesuai prosedur," ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (5/4/2026).

Pihaknya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran internal dan rekaman CCTV, petugas SPBU telah menjalankan langkah-langkah penanganan sesuai standar operasional.

Ia menjelaskan, dalam situasi darurat di area SPBU, operator memiliki prioritas utama untuk memastikan keamanan di titik kerja masing-masing sebelum memberikan bantuan ke lokasi lain.

Menurutnya, saat insiden terjadi, operator sempat terhalang pandangan oleh kendaraan lain yang sedang dilayani.

Setelah mengetahui adanya kejadian, petugas terlebih dahulu mengamankan proses pengisian BBM di dispenser agar tidak menimbulkan risiko tambahan seperti tumpahan bahan bakar.

“Setelah area kerja dinyatakan aman, operator kemudian mengambil APAR dan menuju lokasi untuk membantu memadamkan api,” jelasnya.

Taufiq juga menanggapi narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut petugas lambat atau enggan membantu.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi tersebut, petugas tetap mengedepankan aspek keselamatan secara menyeluruh.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved