Berita Viral

Wali Murid SMP Mengeluh Bayar Outing Class ke Bali Rp 1,8 Juta Dalam Seminggu, Disdikbud: Batalkan

Tengah viral polemik biaya outing class ke Bali Rp 1 juta lebih. Rencana outing class ini digagas oleh SMP Negeri 1 Tayu, Pati, Jawa Tengah.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Ani Susanti
KOMPAS.com/Kafi
BIAYA OUTING CLASS - Komisi D DPRD Pati panggil Disdikbud dan Kepala SMP Negeri 1 Tayu soal outing class ke Bali, di mana siswa dikenakan biaya Rp 1,8 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Viral keluhan wali murid SMP Negeri 1 Tayu soal biaya outing class ke Bali Rp 1,8 juta dan harus lunas dalam seminggu
  • DPRD Pati bertindak terkait masalah ini
  • Penjelasan wakepsek dan larangan Disdikbud

TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral polemik biaya outing class ke Bali Rp 1 juta lebih.

Rencana outing class ini digagas oleh SMP Negeri 1 Tayu, Pati, Jawa Tengah.

Sayangnya, hal ini membuat sejumlah wali murid mengeluh ke DPRD Pati.

Komisi D pun memanggil pihak sekolah, komite, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati untuk melakukan audiensi, Kamis (16/6/2026).

Baca juga: Plt Bupati Sidoarjo Terbitkan Surat Pembatasan Outing Class untuk Siswa di Kota Delta

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan bahwa kegiatan wisata sekolah ke luar daerah seperti Bali harus dievaluasi secara menyeluruh.

Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum stabil, sehingga kebijakan yang berpotensi membebani orang tua perlu dikaji ulang.

“Biaya Rp 1,8 juta dengan waktu pembayaran hanya satu minggu tentu sangat berat bagi sebagian besar masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya, Kamis (16/6/2026), melansir dari Kompas.com.

Tak hanya soal biaya, DPRD juga menyoroti adanya dugaan tekanan kepada wali murid. Bandang menyayangkan adanya laporan bahwa pihak sekolah mendatangi orang tua yang menyampaikan keberatan.

Ia menegaskan, kegiatan seperti outing class maupun perpisahan tidak boleh menjadi beban wajib, apalagi sampai berdampak pada hak siswa, termasuk penerimaan ijazah.

"Jangan sampai karena belum bayar uang rekreasi atau perpisahan, ijazah siswa ditahan. Kami ingin meluruskan ini agar kegiatan sekolah tidak membebani ekonomi masyarakat yang sedang kurang baik," jelas dia.

Bandang mengungkapkan, Senin pekan depan pihaknya akan mengundang semua wali murid di SMPN 1 Tayu untuk memberikan sosialisasi bahwa kegiatan tersebut memang kurang tepat.

Di sisi lain, pihak sekolah menyebut bahwa rencana wisata ke Bali tersebut masih sebatas survei persetujuan.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Tayu, Heri Setiawan, menjelaskan bahwa dari total sekitar 300 siswa, sebanyak 155 siswa menyatakan setuju, sementara 145 lainnya menolak.

“Yang tidak setuju kami siapkan alternatif, seperti membuat video tentang budaya lokal Pati,” jelasnya.

Meski demikian, situasi berubah setelah Disdikbud Pati mengeluarkan kebijakan tegas.

Disdikbud Minta Batalkan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved