Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek
Dirut PT KAI Tolak Mentah-mentah Usulan Menteri PPPA soal Gerbong Wanita Dipindah: Tak Ada Kompromi
Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin menegaskan bahwa PT KAI tidak akan membedakan gender laki-laki dan perempuan dalam hal keselamatan.
Ringkasan Berita:
- Tanggapan Dirut PT KAI soal usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang meminta gerbong khusus wanita KRL dipindah ke tengah rangkaian
- Alasan Dirut PT KAI tolak usulan tersebut
- Momen ia kunjungi rumah duka korban kecelakaan kereta di Bekasi
TRIBUNJATIM.COM - Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang meminta gerbong khusus wanita KRL dipindah ke tengah rangkaian, sementara gerbong ujung diisi penumpang laki-laki menjadi sorotan banyak pihak.
Usulan ini rupanya ditolak mentah-mentah Direktur Utama atau Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin.
Ia menegaskan bahwa PT KAI memprioritaskan keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender laki-laki dan perempuan.
Selama ini, diketahui bahwa gerbong KRL perempuan ditempatkan di bagian paling depan dan belakang.
Arifah pun menilai posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan, sehingga perlu penataan ulang untuk melindungi kelompok rentan.
Baca juga: Sebelum Meninggal karena Tabrakan Kereta, Harum Ungkap Kangen Ibu dan Ingin Teman Kumpul di Rumah
Adapun, usulan ini disampaikan Arifah sebagai respons atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang semua korbannya adalah perempuan karena penumpang di gerbong wanita itu berada di bagian ujung rangkaian dan dihantam KA Argo Bromo Anggrek.
Dari kejadian ini, korban meninggal dunia tercatat ada sebanyak 15 orang perempuan.
Meski muncul usulan tersebut, Bobby menegaskan bahwa PT KAI tidak akan membedakan gender laki-laki dan perempuan dalam hal keselamatan.
"KAI menjamin keselamatan, bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Kenyamanan dan Kemudahan Akses Bagi Wanita
Terkait dengan penempatan gerbong perempuan itu, Bobby menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wanita.
"Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," paparnya.
Bobby pun menekankan kembali bahwa prioritas utama PT KAI adalah keselamatan seluruh penumpang.
"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan, pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun perempuan," tegasnya.
Setelah kecelakaan yang terjadi ini, kata Bobby, PT KAI tetap akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap para pelanggan kereta.
"Baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini. Dalam masa pemulihan, kami membuka dua posko tanggap, satu di Stasiun Bekasi Timur dan satu lagi di Gambir selama 14 hari ke depan," ujar Bobby.
Kunjungi Rumah Duka
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Menteri PPPA
Arifah Fauzi
Dirut PT KAI
Bobby Rasyidin
tabrakan kereta di Bekasi
kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek
Multiangle
TribunJatim.com
Tribun Jatim
| Sebelum Meninggal karena Tabrakan Kereta, Harum Ungkap Kangen Ibu dan Ingin Teman Kumpul di Rumah |
|
|---|
| KAI Daop 9 Jember Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal Pasca Insiden di Bekasi Timur |
|
|---|
| Imbas Kecelakaan di Bekasi, KA Pandalungan dan Blambangan Masuk Jember-Banyuwangi Terlambat 9 Jam |
|
|---|
| 10 Jam Endang Terjepit usai Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Keluarga Baru Tahu dari Foto |
|
|---|
| Sejumlah Relasi KA Daop 7 Madiun Dibatalkan Imbas Insiden KRL, Termasuk Bangunkarta ke Pasar Senen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dirut-PT-KAI-Tolak-Mentah-mentah-Usulan-Menteri-PPPA-soal-Gerbong-Wanita-Dipindah-Tak-Ada-Kompromi.jpg)