Berita Viral

Kampusnya Tak Ditemukan di Google, Menteri Bahlil Angkat Bicara

Bahlil menyebut belum tentu lulusan kampus yang tidak ditemukan di Google akan kalah dengan lulusan kampus yang ditemukan di Google.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/Instagram @bahlillahadalia
KAMPUS - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku kampusnya tak bisa dicari di Google, Sabtu (2/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Bahlil menyebut kampusnya tidak ditemukan di Google dan kualitas ditentukan individu.
  2. Riwayat pendidikan dari Akubank hingga doktor UI, sempat menuai kontroversi plagiarisme.
  3. Pernyataan serupa pernah diungkap dan juga disinggung oleh Prabowo dalam acara Golkar.

 

TRIBUNJATIM.COM - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berkelakar setelah kampusnya tak bisa ditemukan di mesin pencarian Google.

Bahlil tercatat pernah mengenyam pendidikan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank).

Kini kampus tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. 

Bahlil lulus di usia 26 tahun yang terdampak kerusuhan Mei 1998.

Baca juga: Kemungkinan Harga Pertamax 92 Naik, Menteri ESDM Bahlil Angkat Bicara

Kemudian, Bahlil melanjutkan ke jenjang S-2 bidang ekonomi di Universitas Cenderawasih di Papua.

Menteri itu lalu meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia tahun 2024, tetapi gelarnya ditangguhkan karena ditemukan dugaan pelanggaran etik dan akademik.

“Saya enggak pernah kuliah di ITB atau di manalah. Saya ini, kan, kampus saya enggak ada di Google,” kata Bahlil ketika menyampaikan pidatonya tentang ketahanan energi pada forum “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Bahlil menyebut belum tentu lulusan kampus yang tidak ditemukan di Google akan kalah dengan lulusan kampus yang ditemukan di Google.

“Saya kebetulan menganut mazhab bahwa kampus tidak menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas seorang mahasiswa itu mahasiswa itu sendiri, apalagi rektornya nggak jelas, gitu, kan,” ujar dia yang kemudian disambut dengan riuhan tawa para alumni IPB.

Dalam momen itu, Bahlil sempat bertanya kepada Dr. Alim Setiawan Slamet yang menjadi Rektor IPB pada usia 43 tahun.

“Usia 43, (pendidikan) doktornya enggak sampai 2 tahun? Bahaya ini soalnya. Bahaya kalau ada doktor tidak lebih 4 semester. Berbahaya itu,” katanya sembari tertawa.

Adapun pada tahun 2024 Bahlil sempat menjadi sorotan karena menyelesaikan pendidikan doktor di Kajian Stratejik dan Global UI hanya dalam waktu 1 tahun lebih 8 bulan.

Di samping itu, dia memperoleh predikat cumlaude.

Akan tetapi, gelar doktornya menimbulkan kontroversi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved