Berita Viral

Sosok Ade Armando, Mundur Sebagai Kader PSI usai Dipolisikan 40 Ormas

Ade Armando menyatakan mundur dan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
DIPOLISIKAN - Ade Armando kini mundur sebagai kader PSI usai dipolisikan 40 Ormas. 

Ringkasan Berita:
  1. Ade Armando mundur dari PSIMengundurkan diri untuk menghindari konflik internal dan menjaga citra partai.
  2. laporan dari 40 ormas Islam. Dilaporkan ke Bareskrim terkait dugaan framing video ceramah Jusuf Kalla.
  3. Ade memilih keluar agar persoalan hukum tidak menyeret PSI dan berdampak pada elektabilitas partai.

 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Ade Armando, politisi yang mundur sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ade Armando menyatakan mundur dan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Keputusan ini diambil untuk memastikan tak ada konflik internal antara dirinya dengan partai.

Hal ini buntut dari Ade Armando yang dipolisikan.

Baca juga: Efek Jokowi All Out, PSI Jatim Optimis Rebut 100 Kursi DPRD dan Siap Libas Target Pemilu Mendatang

"Saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama," ujar Ade Armando.

Langkah ini diambil Ade menyusul adanya laporan dari 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Bareskrim Polri pada Senin, 4 Mei 2026 kemarin.

Ade dilaporkan atas dugaan framing dan penyebaran potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengenai mati syahid yang dinilai provokatif serta berpotensi memecah belah masyarakat.

Ade menyadari bahwa kritik dan pernyataan-pernyataan pribadinya seringkali menjadikannya sebagai sasaran tembak oleh berbagai pihak. 

Ia tidak ingin berdampak negatif terhadap elektabilitas maupun citra PSI.

"Saya sering jadi sasaran tembak dari ucapan saya, kritik saya terhadap berbagai pihak. PSI tidak tahu apa-apa soal ini. Tidak adil bapak dan ibu di PSI harus menanggung juga akibat dari perbuatan saya," tuturnya.

Ia juga mensinyalir ada kelompok tertentu yang menggunakan kehadirannya di partai tersebut sebagai cara untuk menyerang PSI secara politik.

Oleh karena itu, Ade memilih untuk keluar sebagai kader agar bisa bertanggung jawab penuh atas tindakan yang ia lakukan tanpa menyeret institusi partai.

"Saya ingin bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan. Dengan berat hati, saya menyatakan mundur dari PSI, dan kasus dengan Pak JK itu adalah saya," pungkasnya.

40 Ormas Laporkan Ade Armando

Sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari 40 organisasi masyarakat (ormas) islam mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026) siang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved