Ramalan Cuaca Jatim

Ramalan Cuaca Jatim Rabu 6 Mei 2026, Jawa Timur Cenderung Cerah dan Berawan

Jawa Timur diperkirakan akan mengalami cuaca cerah dan berawan. Cuaca berawan cenderung terjadi menjelang siang hingga sore hari.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribun jatim/thoriq
CERAH - Simak ramalan cuaca Jatim Rabu 5 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  1. Warga Jawa Timur diimbau bersiap dengan cuaca relatif stabil.
  2. Seluruh wilayah Jawa Timur diprediksi cerah hingga berawan.
  3. Cuaca berawan dominan muncul dari siang hingga sore hari.

 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Rabu 6 Mei 2026.

Seluruh wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan mengalami cuaca cerah dan berawan.

Cuaca berawan cenderung terjadi menjelang siang hingga sore hari.

Berikut ramalan cuaca seperti yang dilansir dari BMKG.

Baca juga: Sampai Kapan Puncak Suhu Panas? ini Penjelasan BMKG

Pentingnya Mitigasi Bencana untuk Antisipasi El Nino

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat peluang kemunculan El Nino mencapai 62 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026.  

Menanggapi hal tersebut, pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Hijrah Saputra ST MSc menyoroti pentingnya mitigasi sejak dini.

Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi potensi El Nino ekstrem dengan intensitas yang bisa menyamai fenomena El Nino terkuat di masa lalu. 

Dr Hijrah menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan istilah ilmiah, melainkan populer di media untuk menggambarkan intensitas yang jauh lebih kuat.

“El Nino biasa seperti demam 38 derajat, sedangkan El Nino Godzilla bisa diibaratkan 40 derajat atau lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, El Nino terjadi akibat melemahnya angin pasat yang menyebabkan pergeseran massa air laut hangat dari wilayah Indonesia ke Pasifik Tengah dan Timur.

Dampaknya, suhu permukaan laut di kawasan tersebut meningkat, dengan anomali mencapai 1,5 hingga 2,5 derajat Celsius di atas normal, bahkan pada titik tertentu bisa lebih tinggi.

Kondisi ini menggeser pusat pembentukan awan hujan ke Pasifik, sehingga Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau yang lebih kering.

Lebih lanjut, Hijrah memaparkan bahwa kekuatan El Nino diukur menggunakan Oceanic Nino Index (ONI), yakni indikator anomali suhu permukaan laut. Nilai di atas +0,5 derajat Celsius menandakan El Nino, sedangkan di bawah −0,5 derajat menunjukkan La Nina.

Baca juga: Penjelasan BMKG soal Fenomena Langka Langit Dihiasi Awan Warna-warni Seperti Pelangi

Kategori El Nino terbagi menjadi lemah (0,5–0,9), sedang (1–1,4), kuat (1,5–1,9), dan sangat kuat (≥2).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved