Cerita Kernet Bus ALS Selamatkan Diri saat Tabrakan, Lompat Keluar Lewat Kaca Api Langsung Besar
Muhamad Fadli merupakan kernet dari Bus ALS. Ia menjadi satu dari empat orang yang selamat dari insiden maut tersebut.
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan Bus ALS diduga menghindari lubang lalu bertabrakan dengan truk tangki dari arah berlawanan hingga kedua kendaraan terbakar hebat.
- Insiden tersebut menewaskan 16 orang yang sebagian besar terjebak di dalam bus dan terbakar, sementara 4 orang berhasil selamat, termasuk kernet bus.
- Warga sekitar sempat berupaya menolong korban, namun kobaran api dan ledakan membuat proses penyelamatan sulit dilakukan.
TRIBUNJATIM.COM - Insiden kecelakaan maut antara bus ALS dengan truk tangki memakan korban.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalinsum di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2026).
Muhamad Fadli (29), warga Sibolga, Sumatra Utara, merupakan salah satu dari 4 korban selamat dalam insiden kecelakaan maut itu.
Muhamad Fadli merupakan kernet dari Bus ALS.
Fadli mengalami luka ringan di bagian betis pada kedua kakinya dan luka di bagian lengan tangan sebelah kiri.
Fadli mengatakan, kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Provinsi Jambi.
Sedangkan truk tangki melaju dari arah Jambi menuju Lubuklinggau.
Namun, saat tiba di lokasi, bus yang dikendarai rekannya itu mencoba menghindari lubang.
Namun, dari arah berlawanan datang truk tangki dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya bus miliknya tidak bisa mengelak dan terjadilah kecelakaan.
"Mobil itu tabrakan," kata M Fadli saat diwawancarai Sripoku.com, Kamis (7/5/2026).
Pada saat tabrakan, kaca bagian depan pecah.
Baca juga: Daftar 16 Korban Tewas Bus ALS VS Truk Tangki Terbakar di Muratara, Ada 1 Keluarga Kecil
Lompat dan Selamatkan Diri
Saat itulah, dia berinisiatif untuk melompat dan menyelamatkan diri.
"Tabrakan itu di bagian tengah, jadi saya tidak terjepit. Kemudian saya lompat dari bagian kaca depan, karena pintu tidak bisa dibuka lagi," ucapnya.
Usai bertabrakan tersebut, api langsung keluar dari bagian depan dan asap hitam mengepul ke dalam bus.
Pada saat kejadian, para penumpang mayoritas dalam kondisi tidur dan sebagian kecil main HP.
"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke bagian belakang. Kemudian juga diikuti oleh 3 orang lainnya. Itulah mereka berhasil selamat," ucapnya.
Sedangkan untuk para penumpang lainnya terjebak dan tidak bisa keluar, hingga akhirnya tewas terbakar dalam insiden tersebut.
"Untuk 2 korban selamat itu, posisinya duduk di bagian kursi belakang kernet, kalau yang satunya tidak tahu duduk sebelah mana," ucapnya.
"Dalam bus itu berpenumpang 18 orang termasuk sopir dan kernet," imbuhnya.
Ditambahkannya, dari 18 penumpang tersebut, 4 di antaranya merupakan perempuan yang terdiri dari 3 orang dewasa dan 1 orang balita.
"Yang selamat itu 1 orang perempuan, sedangkan 3 orang lainnya laki-laki," tegasnya.
Baca juga: Hantam Mobil Tangki BBM, Bus ALS Terbakar Hebat di Muratara, Warga Histeris 16 Orang Tewas
Berangkat dari Semarang ke Medan
Dia mengaku, mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.
"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.
"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.
Daftar Korban Meninggal
Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.
Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.
Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.
Berikut adalah identitas korban meninggal:
- Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau)
- Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara)
- Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah)
- Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan)
- Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan)
- Relodo – Penumpang Bus ALS
- Zulkifli – Penumpang Bus ALS
- Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS
- Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan)
- Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani)
- Celinton - Penumpang Bus ALS
- Hisyamsiah Bachri - Penumpang Bus ALS
- Sukardi - Penumpang Bus ALS
- Salim - Penumpang Bus ALS
- Budiyanto - Penumpang Bus ALS
- Barhul Ulum - Penumpang Bus ALS
Baca juga: Nekat Ngeblong di Marka Lurus, Bus Harapan Jaya Adu Banteng dengan Truk di Ngujang Tulungagung
4 Korban Selamat
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.
- Jumiatun (35) warga Pati, Jawa Tengah (luka bakar)
- Ngadiono (44) warga Pati, Jawa Tengah (luka bakar)
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (uka bakar)
Korban diperbolehkan pulang: M Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
Kesaksian Warga saat Ikut Evakuasi
Kobaran api membubung tinggi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.
Bus ALS dan truk tangki BBM yang tabrakan terbakar, nyaris tanpa menyisakan bentuk, hanya kerangga yang sudah hangus. Ada 16 orang tewas.
Jon, warga Desa Karang Jaya, ikut mengevakuasi empat korban di antaranya.
Dia bercerita, di tengah kepanikan warga dan ledakan yang beberapa kali terdengar dari lokasi kejadian.
Jon menjadi salah satu saksi mata yang melihat langsung detik-detik kebakaran hebat itu.
Dia tahu bagaimana asap hitam membubung tinggi, keterlambatan mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian, hingga kepanikan warga yang hanya bisa menyaksikan dari radius puluhan meter.
Bagaimana cerita Jon yang turut mengevakuasi korban dan menyaksikan dua kendaraan terbakar hingga menelan korban jiwa belasan orang?
Berikut petikan wawancara Jurnalis Tribun Jambi, Rifani Halim, bersama saksi mata Jon, dalam program Saksi Kata Tribun Jambi:
TJ: Bang Jon, kemarin berada di lokasi dan melihat bagaimana hebatnya kebakaran bus ALS dan mobil tangki. Bisa diceritakan awal mula abang sampai ke lokasi kejadian?
Jon: Selepas azan zuhur aku jemput anak sekolah. Pas nengok dari arah tempat aku kerja, ada asap tebal.
Aku kira ada rumah atau apa yang terbakar. Ternyata orang-orang bilang ada mobil tabrakan sampai meledak.
Langsung aku jemput anak, habis itu balik lagi ke lokasi.
TJ: Saat abang sampai, kondisi api sudah besar?
Jon: Sudah besar.
TJ: Waktu itu kondisi sudah ramai?
Jon: Sudah ramai, sekitar 50 sampai 60 orang warga.
TJ: Jadi sudah banyak warga di lokasi?
Jon: Iya, warga sekitar semua.
TJ: Abang sempat melihat kondisi di dalam bus?
Jon: Busnya di pinggir jalan. Suara-suara sudah tidak terdengar lagi, karena api sudah terlalu besar. Tidak bisa mendekat.
TJ: Radius warga dari lokasi kebakaran sekitar berapa meter?
Jon: Sekitar 20 sampai 30 meter.
TJ: Warga sebenarnya ada yang ingin menolong?
Jon: Pasti ada niat menolong. Tapi api sebesar itu memang susah didekati.
TJ: Abang berada di lokasi sampai api padam?
Jon: Iya, sampai terakhir. Aku sempat ikut evakuasi jenazah yang ketiga atau keempat, baru pulang.
TJ: Total ada 16 jenazah ya bang?
Jon: Katanya 16. Yang aku lihat waktu itu baru jenazah ketiga.
TJ: Jadi abang menyaksikan dari sekitar jam berapa sampai jam berapa?
Jon: Sekitar jam 12.30 siang sampai sore. Aku ikut lihat sampai proses evakuasi berjalan.
TJ: Saat kebakaran itu, sudah ada pemadam kebakaran atau polisi?
Jon: Polisi sudah ada waktu aku sampai. Tapi pemadam belum datang. Damkar baru datang kira-kira hampir satu jam kemudian.
TJ: Berarti saat api masih besar, memang belum bisa berbuat banyak?
Jon: Tidak bisa apa-apa, cuma melihat dari jauh.
TJ: Penumpang di dalam bus sudah tidak terlihat?
Jon: Sudah tidak nampak lagi. Yang terlihat cuma asap dan api besar.
TJ: Ada rasa ingin menolong waktu itu?
Jon: Pasti ada. Barang-barang penumpang juga banyak tercecer di luar. Ada teman yang sempat menarik satu karung, tapi selebihnya tidak bisa diselamatkan.
TJ: Ada barang yang berhasil diselamatkan?
Jon: Tidak ada.
TJ: Setelah proses evakuasi dilakukan polisi, abang masih di lokasi?
Jon: Iya, masih melihat di sana.
TJ: Menurut pandangan abang sebagai warga, apa penyebab kejadian ini?
Jon: Aku tidak berani menyimpulkan, karena waktu kejadian aku tidak tepat berada di lokasi tabrakan.
TJ: Tapi bus ALS memang sering melintas di jalur ini?
Jon: Iya, sering. Ini kan jalan lintas utama.
TJ: Kalau mobil tangki BBM juga sering lewat?
Jon: Sering juga. Tapi soal itu tangki Pertamina atau bukan, aku belum tahu pasti.
TJ: Saat kejadian abang belum tahu itu tangki BBM?
Jon: Belum tahu. Aku kira cuma truk biasa bawa muatan. Setelah api mulai padam baru tahu itu tangki BBM.
TJ: Sampai sekarang juga belum tahu identitas tangkinya?
Jon: Belum tahu. Soalnya dua kendaraan itu sudah habis terbakar, warnanya pun sudah tidak kelihatan lagi.
TJ: Abang tahu sopir dan kernet tangki juga meninggal?
Jon: Tidak tahu.
TJ: Demikian keterangan lengkap dari Bang Jon, warga sekitar yang menyaksikan langsung kebakaran hebat antara bus ALS dan mobil tangki BBM di Jalinsum Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
kecelakaan maut
Bus ALS
truk tangki
Kabupaten Musi Rawas Utara
kernet
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Lima Wisata Pantai di Gresik, Panorama Eksotis yang Cocok untuk Liburan |
|
|---|
| Harta Kekayaan dan Isi Garasi Letjen Robi Herbawan yang Resmi Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI |
|
|---|
| Sosok dan Sepak Terjang Kelakuan Kiai Ashari yang Nodai 50 Santriwatinya di Pati, Ngaku Wali Nabi |
|
|---|
| Tujuh Kuliner Khas Bondowoso, dari Tape Manis hingga Kopi Blangkon yang Kaya Rempah |
|
|---|
| Rekomendasi Lima Taman di Blitar yang Cocok untuk Liburan Keluarga, Murah dan Ramah Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kisah-kernet-Bus-ALS-selamatkan-diri-dari-kecelakaan-maut.jpg)