Isi Voice Note Dokter Magang Ngeluh Sakit tapi Tetap Disuruh Bertugas, Kemenkes Ancam Bekukan RSUD

dr. Myta Aprilia Azmy sempat mengeluhkan sakit melalui voice note kepada rekan sesama dokter internship.

Tayang:
KOLASE Dokumen Pribadi dan Tribun Sumsel/Choirul Rohman
DOKTER INTERSHIP MENINGGAL- Foto semasa hidup dr Myta Aprilia Azmy (kanan). Suasana pemakaman dr Myta Aprilia Azmy di TPU Simpang Pendagan, OKU Selatan, Sabtu (2/5/2026). Dokter Myta sempat mengeluhkan sakit melalui voice note kepada rekan sesama dokter internship, namun tetap menjalani tugas. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes menemukan dr. Myta Aprilia Azmy sempat mengeluhkan sakit melalui voice note kepada rekan sesama dokter internship, namun tetap menjalani tugas di IGD/UGD RSUD Kuala Tungkal meski kondisi kesehatannya menurun selama lebih dari satu bulan.
  • Hasil investigasi mengungkap adanya dugaan pelanggaran aturan kerja dokter internship, termasuk jam kerja berlebihan tanpa hari libur.
  • Kemenkes mengancam akan membekukan wahana internship atau fasilitas kesehatan terkait jika terbukti terjadi kelalaian.

 

TRIBUNJATIM.COM - Dokter magang, dr Myta Aprilia Azmy mengirimkan pesan suara atau voice note ke rekan sesama dokter internship sebelum meninggal dunia.

Isi voice note tersebut menyampaikan kondisi kesehatan dr Myta.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan fakta tersebut saat turun langsung bersama tim audit investigasi Kemenkes.

Rekaman tersebut diperdengarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra, dalam konferensi pers hasil investigasi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Siasat Licik Suami Dokter Gerogoti Harta Istri hingga 1 M, Pakai KTP Lajang Padahal Sudah Menikah

Ngeluh Sakit Tapi Tetap Disuruh Bertugas

Dalam pemaparannya, Rudi menjelaskan dr Myta mulai mengalami keluhan kesehatan ketika menjalani stase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kuala Tungkal pada 26 Maret 2026.

Meski dalam kondisi sakit, dr Myta disebut tetap menjalankan tugas di Unit Gawat Darurat (UGD).

Temuan tersebut turut dibenarkan Wakil Ketua II Ikatan Alumni Universitas Sriwijaya (IKA Unsri), dr. Legiran, M.Kes., Sp.OT, yang ikut serta dalam investigasi di RSUD Kuala Tungkal.

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim audit investigasi Kemenkes menemukan fakta tersebut saat turun langsung ke lapangan pada Senin (4/5/2026).

“Iya memang benar faktanya demikian. Kami bersama tim audit investigasi dari Kemenkes di lapangan pada Senin lalu menemukan seperti itu,” kata dr. Legiran saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Dokter Kaget Suaminya Punya 2 Anak dan Banyak KTP setelah 4 Tahun Nikah, Rugi Rp 1 Miliar

Minim Perhatian dan Empati

Menurutnya, minim perhatian dan empati terhadap kondisi dr Myta selama menjalani program internship menjadi hal yang sangat disayangkan.

Ia menilai sejak awal kondisi kesehatan dr. Myta seharusnya mendapat penanganan dan mitigasi serius.

“Sangat disayangkan tampak tidak ada perhatian, kepedulian, apalagi minimal empati dari wahana, dalam hal ini dokter pendamping maupun SDM lainnya di sana,” ujarnya.

Sudah Sebulan Sakit

Ia menilai proses sakit yang dialami dr Myta berlangsung cukup lama, bukan hanya satu atau dua hari, melainkan lebih dari satu bulan sejak akhir Maret 2026.

Karena itu, dr Myta semestinya diberikan waktu istirahat dan pemeriksaan intensif, bukan tetap dibebani tugas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved