Perang Iran vs Israel Amerika
Sebut Perang Segera Berakhir, Donald Trump Murka Tak Terima Respons Iran soal Proposal Perdamaian
Donald Trump dikabarkan kecewa terhadap tanggapan Iran atas proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan Washington.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump kecewa terhadap respons Iran atas proposal perdamaian AS yang berisi 14 poin, termasuk penghentian pengayaan nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi.
- Iran tidak akan menyerah meski membuka peluang dialog, serta meminta penghentian perang dan blokade AS terhadap negaranya.
- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan mengeluarkan arahan baru terkait operasi militer Iran terhadap AS dan sekutunya.
TRIBUNJATIM.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan kecewa terhadap tanggapan Iran atas proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan Washington.
Proposal tersebut memuat 14 poin penting, termasuk penghentian program pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, serta jaminan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Beberapa hari sebelumnya, Trump sempat menyatakan konflik dengan Iran akan segera berakhir.
Namun, respons terbaru dari Teheran tampaknya tidak memenuhi harapan pemerintah AS.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap jawaban yang diberikan pihak Iran.
Ia menyebut respons tersebut tidak dapat diterima dan jauh dari ekspektasi yang diinginkan Amerika Serikat.
“Saya telah membaca respons dari sosok yang menyebut dirinya perwakilan Iran. Saya tak menyukainya. Sama sekali tak bisa diterima,” tulisnya di media sosial Truth dikutip dari BBC, via kompas.tv pada Senin (11/5/2026).
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci isi balasan Iran maupun poin-poin yang menjadi sumber keberatannya.
Baca juga: Kata Trump soal Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Seharusnya ini Baik-baik Saja
Iran Tidak Akan Menyerah
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meski tak secara langsung merujuk pada proposal damai, itu menyerukan negaranya tak akan menyerah.
“Kami tak akan menundukkan kepala kami di depan musuh, dan jika pembicaraan dialog atau negosiasi terjadi, bukan berarti menyerah atau mundur,” tuturnya.
Iran sebelumnya telah mengirimkan proposal damai lewat Pakistan, yang berperan sebagai mediator.
Dalam proposal damainya, Iran menyerukan segera diakhiri perang di semua front, dihentikannya blokade yang dilakukan angkatan laut AS, dan jaminan tak ada lagi serangan lanjutan ke Iran.
AS sebelumnya melakukan blokade bagi kapal yang akan keluar masuk Iran, untuk menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan damai.
Namun, tampaknya hal itu tak lantas membuat Iran menyerah begitu saja.
Baca juga: Kondisi Donald Trump Diduga Kena Gangguan Mental, Mantan Pengacara Layangkan Tuduhan
Arahan Baru Pemimpin Tertinggi Iran
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
Iran
perdamaian
Teheran
Amerika Serikat
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Arahan Baru Mojtaba Khamenei, Operasi Militer Iran Hadapi AS Dipastikan Berlanjut |
|
|---|
| Jet Tempur Amerika Diusir Arab Saudi, Ogah Jadi Tameng Provokasi Donald Trump |
|
|---|
| Data CIA Bocor, Ungkap Iran Mampu Lawan Blokade Trump hingga 4 Bulan, Masih Ada 70 Persen Rudal |
|
|---|
| Masih Terjebak di Selat Hormuz, Pelaut Belum Terima Gaji Berbulan-bulan hingga Was-was Ranjau Laut |
|
|---|
| Amerika Ungkap Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Hancur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Donald-Trump-hanya-punya-3-pilihan-setelah-gencatan-senjata-dengan-Iran-kacau.jpg)