Berita Viral

Sosok 2 Karyawan Hapus Database Negara setelah Dipecat Perusahaan, Jejak Kejahatan Lain Terungkap

Aksi dua karyawan di Amerika Serikat (AS) bernama Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter menjadi sorotan.

Tayang:
Editor: Ani Susanti
Shutterstock
HAPUS DATABASE NEGARA - Foto ilustrasi terkait berita dua saudara kembar di Amerika Serikat (AS), Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter, didakwa setelah menghapus sekitar 96 database berisi informasi pemerintah federal hanya beberapa menit setelah mereka dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja. 

Dalam waktu sekitar satu jam, Muneeb berhasil menghapus sekitar 96 database yang berisi data Freedom of Information Act dan berbagai dokumen investigasi federal.

Selain menghapus database, ia juga mengunduh 1.805 file milik EEOC ke USB drive dan mengambil informasi pajak federal milik sedikitnya 450 orang.

Selama aksi berlangsung, kedua saudara itu terus berdiskusi soal penghancuran data tersebut. Namun, pengadilan tidak merinci, bagaimana percakapan ini terjadi, apakah via pesan atau bertemu tatap muka.

“Aku lihat kamu lagi membersihkan backup database mereka,” kata Sohaib kepada saudaranya sambil melihat daftar database yang dihapus semakin banyak.

“Oke, kalau kamu punya plausible deniability (alasan masuk akal untuk menyangkal) yang bagus,” imbuh Sohaib.

Muneeb tampak santai dan merasa kerusakan masih bisa dipulihkan.

“Ah, mereka bisa pulihkan backup kemarin,” kata Muneeb.

“Iya, mereka bisa,” jawab Sohaib.

Dalam percakapan lain, Sohaib bahkan menyarankan untuk menghapus filesystem.

“Ide bagus,” jawab Muneeb mengiyakan.

Sohaib kemudian mengatakan bahwa mereka seharusnya memiliki “kill script”, bahkan sempat menyinggung kemungkinan memeras perusahaan demi uang.

Namun Muneeb menolak ide tersebut.

“Tidak, jangan lakukan itu. Itu bukti kalau kita bersalah,” katanya.

Sohaib bahkan sempat khawatir jika aparat menggeledah rumah mereka untuk menyelidiki lenyapnya database.

“Aku bakal bersihkan semua ini,” jawab Muneeb, dikutip KompasTekno dari Ars Technica.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved