Berita Viral

Sosok 2 Karyawan Hapus Database Negara setelah Dipecat Perusahaan, Jejak Kejahatan Lain Terungkap

Aksi dua karyawan di Amerika Serikat (AS) bernama Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter menjadi sorotan.

Tayang:
Editor: Ani Susanti
Shutterstock
HAPUS DATABASE NEGARA - Foto ilustrasi terkait berita dua saudara kembar di Amerika Serikat (AS), Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter, didakwa setelah menghapus sekitar 96 database berisi informasi pemerintah federal hanya beberapa menit setelah mereka dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja. 

Setelah database dan log sistem dihapus, kedua saudara itu bahkan memasang ulang sistem operasi laptop perusahaan mereka dengan bantuan pihak ketiga yang tidak disebutkan identitasnya.

Sekitar tiga minggu kemudian, aparat federal benar-benar menggerebek rumah mereka di Alexandria.

Dalam penggeledahan itu, aparat menyita berbagai perangkat teknologi serta tujuh senjata api. Karena riwayat kriminal sebelumnya, Sohaib sebenarnya dilarang memiliki senjata api.

Keduanya kemudian ditangkap pada 3 Desember 2025 dan didakwa atas berbagai tindak pidana.

Baca juga: WFT Pemilik Akun Bjorka yang Ditangkap Polisi, Benarkah Asli? Ahli Siber Soroti Pesan si Hacker

Muneeb lebih dulu menandatangani kesepakatan pengakuan bersalah pada April 2026. Namun belakangan ia mencoba mencabut pengakuan tersebut melalui surat tulisan tangan dari penjara.

Ia mengklaim pengacaranya tidak efektif dan ingin membela dirinya sendiri di pengadilan.

Sementara itu, Sohaib memilih menjalani persidangan. Pada 7 Mei 2026, juri federal menyatakan dirinya bersalah atas konspirasi penipuan komputer, perdagangan password, dan kepemilikan senjata api ilegal.

Belakangan, Opexus juga mengakui bahwa perusahaan sebenarnya telah melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap keduanya sebelum merekrut mereka, tetapi pemeriksaan tambahan seharusnya dilakukan.

Perusahaan juga mengakui proses pemecatan tidak ditangani dengan benar, termasuk kelalaian yang membuat akun Muneeb tetap aktif setelah dipecat.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Kompas.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved