Berita Viral
6 ASN yang Nongkrong saat Jam Kerja Dirazia Satpol PP, Sempat Tenang Meski Dihampiri
Razia itu dilakukan di salah satu warkop Parepare, terlihat salah seorang ASN pria duduk santai berbincang dengan pengunjung warkop.
Ringkasan Berita:
TRIBUJATIM.COM - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dirazia karena nongkrong di warung kopi (warkop) saat jam kerja.
Terdapat enam ASN Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjaring razia, Senin (25/5/2026).
Razia penegakan disiplin ini dilakukan agar ASN bisa mendapatkan efek jera.
Razia itu dilakukan di salah satu warkop Parepare, terlihat salah seorang ASN pria duduk santai berbincang dengan pengunjung warkop.
Baca juga: Razia Dadakan di Lapas Banyuwangi, Kamar Hunian Diperiksa hingga Warga Binaan Dites Urine
ASN tersebut sadar sejumlah anggota Satpol PP datang menghampirinya.
Namun dia terlihat tenang dan melanjutkan menyeruput kopinya.
ASN itu pun pasrah saat dimintai keterangan oleh anggota Satpol PP Parepare.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Parepare, Ulfa Lanto, mengatakan operasi penertiban ini digelar menyusul adanya aduan dari masyarakat yang resah melihat maraknya pegawai berpakaian dinas berkeliaran di luar kantor pada jam pelayanan.
Kata dia, razia ini memfokuskan pada pegawai yang terbukti lalai dari tanggung jawab kedinasannya tanpa alasan yang sah.
"Mengenai ASN di warkop tadi, sudah kami ambil keterangannya dan dimintai data," katanya kepada Tribun-Timur.com.
Ulfa mengungkapkan, sebanyak enam ASN yang terjaring razia sedang bersantai di warkop saat jam kerja berlangsung.
"Ada enam orang ASN yang terjaring, terdiri dari dua wanita dan empat laki-laki. Semuanya kedapatan di warkop, memang betul-betul sedang nongkrong (saat jam kerja)," ungkapnya.
Ulfa menegaskan, operasi gabungan ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Dalam pelaksanaannya, BKPSDM bertindak sebagai sektor penggerak didampingi personel Satpol PP dan Inspektorat sebagai fungsi pengawasan dan penegakan.
| Satpol PP Minta Maaf usai Petugas Kerumuni dan Memaksa Merazia Penjual Eskrim di CFD |
|
|---|
| Penyebab Orang Mudah Percaya Hoaks Pocong Menurut Psikolog: Sudah Tahu Nggak Benar Diulang Lagi |
|
|---|
| Akhir Kisah Nayla yang Kabur ke Hotel Jelang Akad Nikah, Kini Davin Siap Menikahi dan Ganti Rugi |
|
|---|
| Pengantin Beli Air dan Kue Dadakan untuk Tamu karena Ditipu WO Rp 85,5 Juta, Gedung Belum Dibayar |
|
|---|
| Davin Ganti Rugi Rp 70 Juta Demi Nikahi Nayla Calon Pengantin yang Kabur, Cicil Rp 4 Juta Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ASN-tetap-tenang-saat-terjaring-razia-Satpol-PP.jpg)