Idul Adha 2026

Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Simak Juga Jenis dan Jadwalnya

Bukan sekadar ibadah, takbiran juga merupakan bentuk rasa syukur atas semua nikmat spiritual setelah menjalani rangkaian ibadah.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
BACAAN - Ilustrasi takbiran. Simak jadwal, jenis dan bacaan takbiran Idul Adha 2026. 

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiraa

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan kebesaran-Nya.”

Lantunan takbir ini tidak hanya diucapkan secara lisan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam mengagungkan Allah SWT.

Suara takbir yang menggema menjelang Idul Adha menciptakan suasana haru sekaligus penuh kegembiraan, karena menandai datangnya hari raya kurban.

Makna Takbiran dalam Islam

Takbiran bukan sekadar lantunan suara, tetapi bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Kata “takbir” berasal dari kata “kabaro” yang berarti membesarkan, dikutip dari ums.ac.id.

Dalam konteks ibadah, takbiran menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Besar dan tidak ada sesuatu pun yang layak disandingkan dengan-Nya.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa takbiran juga merupakan bentuk rasa syukur dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Bahkan dalam Al-Qur’an, perintah untuk mengagungkan Allah disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 sebagai bagian dari ibadah setelah menyempurnakan suatu amal.

Tradisi ini sudah ada sejak masa Rasulullah SAW, di mana para sahabat mengumandangkan takbir dengan suara lantang saat menuju tempat salat Id.

Kebiasaan tersebut kemudian menjadi bagian dari syiar Islam yang terus dilestarikan hingga sekarang.

Tradisi Takbiran di Indonesia

Di Indonesia, tradisi takbiran berkembang pesat seiring masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-13.

Pada masa Kesultanan Demak, takbiran dilakukan di masjid dan alun-alun sebagai bentuk syiar Islam kepada masyarakat luas.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi lebih meriah dengan berbagai bentuk, seperti pawai obor, takbir keliling menggunakan mobil hias, hingga siaran takbiran di televisi dan media digital.

Meski bentuknya beragam, esensi utamanya tetap sama, yaitu mengagungkan Allah SWT dan menyambut hari raya dengan penuh kegembiraan dan syukur.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved