Filipina Ungkap Penyebab Sebenarnya Terjadinya Gempa 7,8 SR, Pergerakan Palung Cotabato
Filipina ungkap penyebab sebenarnya terjadinya gempa 7,8 SR. Ternyata semua karena adanya pergerakan Palung Cotabato.
Ringkasan Berita:
- Gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026, dipicu oleh aktivitas di Palung Cotabato. Gempa ini menyebabkan sedikitnya satu korban jiwa, kerusakan bangunan, serta memicu peringatan dini tsunami di kawasan sekitar.
- Palung Cotabato merupakan sumber gempa dan tsunami besar Teluk Moro tahun 1976 yang menewaskan ribuan orang.
TRIBUNJATIM.COM - Filipina ungkap penyebab sebenarnya terjadinya gempa 7,8 SR.
Ternyata semua karena adanya pergerakan Palung Cotabato.
Dilansir dari Tribunnews, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengonfirmasi bahwa gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang mengguncang wilayah Mindanao pada Senin (8/6/2026) dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato.
Guncangan kuat ini mengakibatkan setidaknya satu orang dilaporkan meninggal dunia, sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah hingga runtuh, serta memicu peringatan dini tsunami di seluruh kawasan sekitar.
Baca juga: Kereta Sempat Berhenti Pasca Gempa Jember, Operasional KAI Daop 9 Kembali Normal
Kaitan dengan Gempa Besar Masa Lalu
Melansir dari ABS-CBN, Pihak otoritas geologi Filipina menyatakan bahwa palung yang sama merupakan penyebab utama bencana gempa bumi dan tsunami Teluk Moro pada tahun 1976 yang menelan ribuan korban jiwa.
Peneliti spesialis aktivitas gempa dan Seismologi dari Phivolcs, Winchelle Sevilla, menjelaskan bahwa aktivitas seismik di jalur ini memang cukup signifikan.
“Palung Cotabato aktif. Kami mencatat banyak gempa bumi di sini, meskipun kecil. Bahkan, sejak Januari hingga Mei lalu, terjadi serangkaian gempa susulan. Hal ini dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sultan Kudarat,” ujar Sevilla.
Sevilla juga menegaskan tingkat bahaya dari fenomena gempa berskala di atas 7 skala Richter ini.
“Gempa dengan intensitas 7 SR ini membuat seseorang sangat sulit untuk berdiri karena guncangannya sangat kuat, cepat, dan berlangsung lama. Benda-benda yang tergantung namun tidak terpasang dengan kuat berisiko jatuh, dan struktur bangunan yang lemah kemungkinan besar akan mengalami kerusakan atau bahkan runtuh,” tambahnya.
Terkait upaya mitigasi, Sevilla juga memberikan sejumlah arahan bagi masyarakat.
“Jika Anda berada di dalam gedung saat gempa kuat terjadi, langkah paling penting yang harus segera dilakukan adalah melakukan prosedur duck, cover, and hold (merunduk, berlindung, dan berpegangan)," tegas Sevilla.
"Hal ini perlu dilakukan karena guncangan yang sangat kuat dapat menyebabkan benda-benda yang tergantung berjatuhan," sambungnya.
Sevilla juga memberikan tips mitigasi bagi mereka yang sedang dalam mobilitas tinggi atau keadaan sedang bepergian.
"Sementara itu, jika Anda sedang berada di dalam kendaraan, segera menepi ke pinggir jalan atau mencari lokasi yang dirasa aman untuk berhenti.” pungkas Sevilla
Dampak Kerusakan di Lapangan
| Ramalan Cuaca Jawa Timur Selasa 9 Juni 2026: Surabaya Terpanas, Malang dan Bondowoso Sejuk |
|
|---|
| Kenangan Juara Tahun 2010 Belum Hilang, Wawali Surabaya Cak Ji Jagokan Spanyol di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Hadir di Indonesia, AceKid Jadi Susu Formula Pertama dari Susu Segar dengan Sumber yang Jelas |
|
|---|
| 2 Kali Jadi Karyawan Terbaik Nasional, Pegawai Bank Ternyata Tilap Uang Nasabah Pensiunan Rp 13,3 M |
|
|---|
| Suami Istri Nekat Sujud di Kantor Bobby Nasution, Tak Mampu Bayar Biaya RS Anaknya: Terlalu Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/BADAN-GEOLOGI-FILIPINA-Peneliti-spesialis-aktivitas-gempa-dari-Institut-Vulkanologi.jpg)