Warga Mengamuk Ambulans Sering Tak Ada Karena Diduga Dipakai Kepala Desa

Mereka meminta penjelasan setelah kendaraan yang seharusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat tidak ditemukan saat diperlukan.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
via/TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
AMBULANS TAK ADA - Kondisi Balai Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Senin (8/6/2026). Spanduk protes warga masih terpasang di area kantor desa, sementara aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung normal. Warga protes karena ambulans tak ada di lokasi saat dibutuhkan. 

Ringkasan Berita:
  1. Warga Marongsari memprotes ambulans desa yang disebut sering tidak tersedia saat dibutuhkan.
  2. Kepala desa diduga menggunakan ambulans untuk kegiatan di luar pelayanan masyarakat.
  3. Pemerintah kecamatan melakukan mediasi dan memberikan surat peringatan kepada kepala desa.

 

TRIBUNJATIM.COM - Warga mengamuk akibat ambulans yang kerap menghilang alias tak berada di lokasi saat dibutuhkan masyarakat.

Warga Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah itu menilai jika ambulans tersebut digunakan untuk di luar kepentingan warga.

Hingga akhirnya warga melontarkan aksi protes dan mendatangi rumah kepala desa.

Mereka meminta penjelasan setelah kendaraan yang seharusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat tidak ditemukan saat diperlukan.

Baca juga: Kades Agus Bantah Anaknya Sering Pakai Mobil Dinas ke Sekolah, Klaim Hanya Sekali

Sekretaris Desa Marongsari, Danang Arfianto, menjelaskan warga sudah beberapa kali mengalami kesulitan menggunakan ambulans karena kendaraan tersebut tidak berada di desa saat dibutuhkan.

Ia mengatakan ambulans desa kerap digunakan Kepala Desa Marongsari Suko Nuryanto untuk berbagai kegiatan di luar pelayanan masyarakat.

Akibatnya, ketika ada warga yang membutuhkan, kendaraan tersebut tidak berada di tempat.

"Ketika masyarakat mau menggunakan, ambulan itu tidak ada di rumah Kades. Itu awal-awalnya memicu kemarahan dari warga Marongsari," kata Danang, Senin (8/6/2026).

Danang menjelaskan aksi warga mulai berlangsung pada Jumat malam (5/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Warga berkumpul usai adanya kejadian ambulans yang akan digunakan namun tidak berada di lokasi.

Warga mendatangi rumah kepala desa hendak bertemu kepala desa dan mencari keberadaan ambulans.

Terkait keberadaan ambulans, Danang mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi kendaraan tersebut saat dicari warga.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ambulans disebut sedang berada di luar kota dibawa kepala desa.

"Singkatnya anaknya komunikasi dengan Kades terus bilang ambulans bisa diambil di SPBU Silento malam itu. Terus diambil oleh Kadus tapi hanya ada kunci dan kendaraannya, ngga ada Kadesnya," jelasnya.

Bentangkan Spanduk

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved