1.161 Petugas Sensus Ekonomi di Lumajang Siap Jaring Data Warga, Harus Pandai Merayu Responden

1.161 petugas sensus ekonomi tersebut dilatih BPS di hotel di Kabupaten Lumajang sebelum diterjunkan di lapangan.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
PERSIAPAN SENSUS EKONOMI - Ratusan petugas sensus ekonomi BPS di Lumajang, Jawa Timur, Selasa (9/6/2026). Mereka dilepas Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebelum melakukan sensus ekonomi 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan petugas sensus ekonomi 2026 dari BPS resmi dilepas Bupati Lumajang, Indah Amperawati.
  • Petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan warga yang jadi responden agar bisa diterima dengan baik.

Laporan Wartawan TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Imam Nawawi

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, LUMAJANG - Ribuan petugas sensus ekonomi 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) resmi dilepas Bupati Lumajang, Indah Amperawati.

Para petugas sensus tersebut akan melakukan survei mulai 15 Juni-31 Agustus 2026.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Kediri Cemas Pembeli Makin Berkurang, Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

Kegiatan tersebut digelar setelah 1.161 petugas sensus ekonomi tersebut dilatih oleh BPS di hotel di Kabupaten Lumajang sebelum diterjunkan di lapangan.

Bupati Indah menilai, sensus ini digelar setiap 10 tahun, sehingga hasil survei petugas BPS yang akan diterjunkan sangat berarti bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

"Data akurat dari petugas sensus terkait ekonimi, potensi di Kabupaten Lumajang yang dapat saya kembangkan. Terkait lingkungan ekonomi rakyat yang harus terus bertumbuh," ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Dia menilai, petugas sensus harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan warga yang jadi responden agar bisa diterima dengan baik, supaya mendapatkan data ekonomi akurat.

"Harus pandai mengolah kata, merayu kepada para responden untuk mereka berkata sebenar-benarnya," beber perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini.

Selain itu, Indah juga meminta masyarakat Lumajang lebih terbuka ketika didatangi petugas sensus, sebab data mereka sangat berarti untuk pembangunan daerah dan negera.

"Terima mereka dengan senang hati, dan sampaikan data sebenar benarnya. Suapya hasilnya akurat dan valid," ucapnya.

Setiap petugas sensus dilengkapi kartu pengenal lengkap untuk menjamin kerahasiaan data responden.

Oleh karena itu, Indah meminta masyarakat yang didatangi petugas tidak perlu khawatir.

"Di samping itu, kami juga akan mengintruksikan kepada semua camat, kepala desa tentang adanya sensus nasional. Agar mereka meneruskan kepada masyarakat, semua publikasi dan sosialisasi terus kami lakukan," pinta Politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Kepala Kantor BPS Lumajang, Mochamad Sonhaji mengatakan, ribuan pesensus yang diterjunkan ini terbagi menjadi dua, yakni petugas pendata lapangan (PPL) dan petugas memeriksa lapangan (PML).

"Jadi beberapa PPL itu nanti akan diperiksa oleh PML-nya. Diatas mereka nanti ada koordinator statistik kecamatan," paparnya.

Setiap petugas sensus tersebut, Sonhaji mengatakan, masing-masing diberi target mendata kepada 12 responden, kombinasi rumah tangga dan unit usaha dalam sehari.

"Kami juga akan melakukan monitoring setiap harinya mulai 15 Juni-31 Agustus."

"Harapan kami teman-teman yang dilatih saat ini bisa bekerja sesuai target hariannya," bebernya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved