Demo Mahasiswa di Sejumlah Daerah, Sultan Jogja Angkat Bicara Singgung Ketertiban dan Pengeluaran

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
via/Tribun Jogja/Hanif Suryo
RESPON - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X merespon soal demo mahasiswa di berbagai lokasi. 

Ringkasan Berita:
  1. Aksi demonstrasi digelar serentak di berbagai daerah sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dan kenaikan harga BBM.
  2. Sri Sultan HB X menegaskan demonstrasi adalah hak warga negara selama dilakukan tertib dan tidak merugikan publik.
  3. Massa mahasiswa dan masyarakat membawa tuntutan terkait harga BBM, kebijakan ekonomi, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah.

 

TRIBUNJATIM.COM - Gelombang unjuk rasa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (15/6/2026) dengan isu utama kondisi ekonomi dan kenaikan harga BBM yang dinilai semakin menekan masyarakat.

Berbagai kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat turun menyampaikan aspirasi melalui aksi di ruang publik.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap aksi tetap berjalan damai, tertib, dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.

Baca juga: Mahasiswa di Berbagai Kota Serentak Gelar Demo Besar Hari Ini, Kompak Tuntut MBG Dihapus 

Sri Sultan HB X soal Demo dan Kenaikan BBM

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, merespons gelombang demonstrasi yang belakangan marak terjadi di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta, menyusul meningkatnya tekanan ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sultan menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati.

Namun, ia mengingatkan agar aksi penyampaian pendapat tetap dilakukan secara tertib dan tidak merugikan masyarakat luas.

"Demonstrasi itu hak setiap warga negara. Jika ingin melakukan aksi, silakan saja, yang penting memberitahu pihak kepolisian. Yang paling utama adalah jangan sampai merugikan publik dan jangan melakukan perusakan. Selama tertib, silakan saja, tidak ada masalah," ujar Sultan saat dimintai keterangan, Senin (15/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Di Yogyakarta, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demonstrasi di simpang tiga Jalan Affandi (Gejayan), Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Sabtu (13/6/2026).

Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Massa memadati kawasan Gejayan dengan membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.

Selain berorasi menggunakan mobil pikap sebagai mimbar, massa juga membacakan puisi bernuansa perlawanan sebagai bentuk protes terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang mereka nilai semakin membebani masyarakat.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Rakyat Memanggil menyampaikan sepuluh tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya penghentian program Makan Bergizi Gratis yang dinilai rawan korupsi, penolakan Koperasi Desa Merah Putih, pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, serta UU Peradilan Militer.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved