Napi Rela Minum Air Sungai Demi Bisa Kabur dari Penjara, Hanya Bergerak saat Malam Hari

Dia mengarungi aliran sungai berkilo-kilo meter menuju rumah masa kecilnya di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Torik Aqua
Istimewa
DITANGKAP - Momen petugas saat menangkap napi, Mohammad Hairul yang kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk, Senin (26/1/2026). Hairul kedapatan bersembunyi di dalam tumpukan jerami di kandang sapi belakang rumah masa kecilnya. 

Ringkasan Berita:
  1. Mohammad Hairul, napi Rutan Kelas IIB Nganjuk, kabur dengan menyusuri sungai dan hanya bergerak pada malam hari.
  2. Selama empat hari pelarian, Hairul mengaku tidak makan dan hanya minum air sungai.
  3. Hairul bersembunyi di rerumputan bantaran sungai saat siang hari untuk menghindari petugas.

 

TRIBUNJATIM.COM - Jalur pelarian Mohammad Hairul seorang narapidana alias napi yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk, Jawa Timur.

Ternyata, Hairul kabur menggunakan rute menyusuri sungai.

Bahkan, Hairul hanya bergerak saat malam hari karena takut pelariannya terendus petugas.

Kemudian, saat matahari menyingsing, dia berdiam diri, bersembunyi di balik rerumputan bantaran sungai. 

Baca juga: Cara Hairul Kabur dari Penjara, sempat Menyelinap di Dapur hingga Panjat Lemari

Hairul mengaku selama pelarian itu dia tak makan, hanya minum air sungai. 

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan setelah lolos dari Rutan, Hairul berjalan cepat ke arah Jalan KH. Agus Salim Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk

Perjalanannya berlanjut menuju ke Pasar Wage , Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk

"Tiba di jembatan Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk, dia turun ke sungai," katanya, Rabu (28/1/2026). 

Arief melanjutkan, sungai menjadi jalur kabur Hairul. 

Dia mengarungi aliran sungai berkilo-kilo meter menuju rumah masa kecilnya di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk

Hairul tak konstan melintas sungai.

Dia melangkah pada malam hari saja.

Khawatir pergerakannya terendus petugas. 

"Pagi, siang, serta sore dia berhenti. Ia bersembunyi di rerumputan liar yang tumbuh rimbun di bantaran sungai," terangnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved