BPBD Nganjuk Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
Mitigasi bencana ini penting dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Puluhan siswa PAUD di Nganjuk mendapat edukasi mitigasi bencana dari BPBD.
- Anak-anak dikenalkan peralatan operasional dan simulasi penyelamatan secara ramah anak.
- BPBD menekankan pendidikan sebagai fondasi membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Puluhan siswa Gugus Paud PAUD VII Kecamatan Nganjuk mendapat edukasi mitigasi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Mitigasi bencana ini penting dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.
Sebab, mitigasi salah satunya berfungsi meningkatkan kemampuan menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengatakan pengenalan kebencanaan pada anak usia dini memiliki manfaat dalam membangun kesadaran dan sikap siaga.
Baca juga: Daftar 10 Sasaran Pelanggaran Selama Polres Nganjuk Menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026
Edukasi Ramah Anak
Edukasi mitigasi bencana yang diberikan ke anak-anak dikemas dengan bahasa yang ringan agar mudah diserap.
Sekaligus tanpa memicu trauma maupun rasa takut kepada mereka.
"Anak-anak perlu dikenalkan tentang bencana dengan cara yang sederhana dan ramah anak, agar tumbuh rasa waspada, tidak panik, serta memahami langkah dasar penyelamatan diri," katanya, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Aktivitas Semeru Meningkat, BPBD Lumajang Pasang CCTV di 4 Titik Aliran Lahar
Saat kegiatan berlangsung, para siswa diajak menilik beragam peralatan operasional BPBD.
Yakni, dari perahu karet hingga perlengkapan evakuasi. Mereka juga menyimulasikan penyelamatan.
Mereka tampak antusias memperhatikan peralatan itu serta penjelasan personel BPBD.
Simulasi dan Pengenalan Peralatan
"Melalui simulasi kecil dan pengenalan alat, mereka jadi tahu mitigasi bencana dan tugas BPBD," ucapnya.
Sutomo menyatakan investasi terbaik dalam mitigasi bencana adalah lewat jalur pendidikan.
Menurutnya, pemahaman yang ditanamkan sejak dini akan membentuk pola pikir yang tangguh dan responsif saat mereka dewasa kelak.
Sehingga, budaya sadar bencana dapat benar-benar meresap ke seluruh kalangan masyarakat.
"Ketika sejak kecil mereka sudah terbiasa melihat prosedur keselamatan, maka sikap tanggap itu akan terbawa hingga dewasa. Inilah fondasi penting dalam menghadapi potensi bencana di masa depan," ungkapnya.
mitigasi bencana
BPBD Kabupaten Nganjuk
berita Nganjuk terkini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Nyadran Dam Bagong Trenggalek, Ritual Jamasan Kerbau di Makam Menak Sopal Awali Prosesi Wujud Syukur |
|
|---|
| Terancam 15 Tahun Penjara, Menantu Pembunuh Mertua di Mojokerto Dijerat Pasal Berlapis |
|
|---|
| Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Kota Batu Wajib Berlisensi, Simak Cara Daftar dan Kategorinya |
|
|---|
| PMK Masih Ditemukan, Pemkab Tuban Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026 |
|
|---|
| Kementan Salurkan Sumur Bor, Petani Banyuwangi Bisa Panen 3 Kali Setahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Puluhan-siswa-Gugus-PAUD-VII-dapat-edukasi-di-bpbd.jpg)