Sejarah di Jatim

Asal-usul Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan, Ikon Religi Bernuansa Tionghoa di Jalur Trans Jawa

Masjid Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, ikon religi bernuansa Tionghoa di Pasuruan, simbol akulturasi budaya dan destinasi wisata.

Tayang:
KOMPAS.com
MASJID CHENG HOO - Keindahan arsitektur Tionghoa berpadu nuansa Islam di Masjid Cheng Hoo Pandaan Pasuruan. Masjid ini menjadi simbol keragaman dan toleransi budaya di Pasuruan, Selasa (24/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan merupakan destinasi wisata religi di Pasuruan dengan arsitektur Tionghoa dan simbol akulturasi budaya Islam, Jawa, dan Tiongkok.
  • Nama masjid diambil dari Zheng He sebagai penghormatan atas tokoh Muslim Tiongkok dan semangat toleransi lintas budaya.
  • Dibangun sejak 2003 dan diresmikan 2008, masjid ini menjadi tempat ibadah sekaligus lokasi singgah strategis di jalur Surabaya–Malang.

 

TRIBUNJATIM.COM – Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan salah satu destinasi wisata religi yang cukup dikenal di Jawa Timur. 

Masjid yang berdiri di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini memiliki arsitektur unik bernuansa Tionghoa yang mencolok dari kejauhan.

Berlokasi di jalur utama Surabaya-Malang, masjid ini kerap menjadi tempat singgah para pelintas antarkota. 

Selain sebagai tempat ibadah, keberadaannya juga menjadi ikon akulturasi budaya Islam, Jawa dan Tiongkok.

Nama besar Laksamana Cheng Ho diabadikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Muslim asal Tiongkok yang dikenal luas dalam sejarah pelayaran dunia dan penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Laksamana Cheng Ho, Tokoh Muslim dari Tiongkok

Nama masjid ini diambil dari sosok Cheng Ho atau Zheng He, seorang laksamana Muslim dari Dinasti Ming yang hidup pada 1371–1433. 

Ia dikenal memimpin tujuh ekspedisi besar ke Samudera Barat antara tahun 1405 hingga 1433.

Cheng Ho lahir di Yunnan dari keluarga Muslim.

Ia memimpin armada laut raksasa dan mengarungi lebih dari 50 wilayah, termasuk Nusantara. 

Dilansir dari laman Kompasiana, perjalanan Cheng Ho disebut-sebut telah mengubah lanskap politik dan hubungan dagang di Asia Tenggara.

Dalam sejumlah catatan sejarah, jejak Cheng Ho di Indonesia dapat ditemukan di beberapa kota seperti Semarang dan Surabaya. 

Monumen seperti Klenteng Sam Poo Kong di Semarang menjadi salah satu simbol penghormatan terhadap pelaut legendaris tersebut.

Meski demikian, Masjid Cheng Hoo di Pandaan tidak memiliki keterkaitan langsung secara historis dengan kedatangan fisik sang laksamana. 

Akan tetapi, nama tersebut diangkat sebagai simbol toleransi, semangat dakwah, dan persaudaraan lintas budaya.

Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kabupaten Nganjuk, Berawal dari Anjuk Ladang hingga Jadi Kota Angin

Dibangun Pemerintah Daerah, Diresmikan Tahun 2008

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved