Sejarah di Jatim
Asal-usul Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan, Ikon Religi Bernuansa Tionghoa di Jalur Trans Jawa
Masjid Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, ikon religi bernuansa Tionghoa di Pasuruan, simbol akulturasi budaya dan destinasi wisata.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ringkasan Berita:
- Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan merupakan destinasi wisata religi di Pasuruan dengan arsitektur Tionghoa dan simbol akulturasi budaya Islam, Jawa, dan Tiongkok.
- Nama masjid diambil dari Zheng He sebagai penghormatan atas tokoh Muslim Tiongkok dan semangat toleransi lintas budaya.
- Dibangun sejak 2003 dan diresmikan 2008, masjid ini menjadi tempat ibadah sekaligus lokasi singgah strategis di jalur Surabaya–Malang.
TRIBUNJATIM.COM – Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan salah satu destinasi wisata religi yang cukup dikenal di Jawa Timur.
Masjid yang berdiri di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini memiliki arsitektur unik bernuansa Tionghoa yang mencolok dari kejauhan.
Berlokasi di jalur utama Surabaya-Malang, masjid ini kerap menjadi tempat singgah para pelintas antarkota.
Selain sebagai tempat ibadah, keberadaannya juga menjadi ikon akulturasi budaya Islam, Jawa dan Tiongkok.
Nama besar Laksamana Cheng Ho diabadikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Muslim asal Tiongkok yang dikenal luas dalam sejarah pelayaran dunia dan penyebaran Islam di Asia Tenggara.
Laksamana Cheng Ho, Tokoh Muslim dari Tiongkok
Nama masjid ini diambil dari sosok Cheng Ho atau Zheng He, seorang laksamana Muslim dari Dinasti Ming yang hidup pada 1371–1433.
Ia dikenal memimpin tujuh ekspedisi besar ke Samudera Barat antara tahun 1405 hingga 1433.
Cheng Ho lahir di Yunnan dari keluarga Muslim.
Ia memimpin armada laut raksasa dan mengarungi lebih dari 50 wilayah, termasuk Nusantara.
Dilansir dari laman Kompasiana, perjalanan Cheng Ho disebut-sebut telah mengubah lanskap politik dan hubungan dagang di Asia Tenggara.
Dalam sejumlah catatan sejarah, jejak Cheng Ho di Indonesia dapat ditemukan di beberapa kota seperti Semarang dan Surabaya.
Monumen seperti Klenteng Sam Poo Kong di Semarang menjadi salah satu simbol penghormatan terhadap pelaut legendaris tersebut.
Meski demikian, Masjid Cheng Hoo di Pandaan tidak memiliki keterkaitan langsung secara historis dengan kedatangan fisik sang laksamana.
Akan tetapi, nama tersebut diangkat sebagai simbol toleransi, semangat dakwah, dan persaudaraan lintas budaya.
Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kabupaten Nganjuk, Berawal dari Anjuk Ladang hingga Jadi Kota Angin
Dibangun Pemerintah Daerah, Diresmikan Tahun 2008
Masjid Cheng Hoo
wisata religi
Kabupaten Pasuruan
Tionghoa
Islam
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
meaningful
Laksamana Cheng Ho
Pandaan
komunitas Muslim Tionghoa
| Museum Motor Klasik SMK NMC Malang, Berawal dari Restorasi Motor Saat Pandemi hingga Raih Rekor MURI |
|
|---|
| Monumen Potlot Blitar, Lokasi Pertama Bendera Merah Putih Berkibar Sebelum Proklamasi 1945 |
|
|---|
| Sejarah Kampung Coklat Blitar, Wisata Edukasi Populer yang Berawal dari Krisis Flu Burung |
|
|---|
| Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator |
|
|---|
| Mengenal Situs Watu Gong Ketawanggede Kota Malang, Jejak Peradaban Kuno di Balik Restoran Cepat Saji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Masjid-Muhammad-Cheng-Hoo.jpg)