Komplotan Preman Pemeras Petani & Pedagang Pasar Puspo Ditangkap, Ancam Korban Dilempar Bondet

Sudah ada sekitar 17 orang warga yang membuat laporan terkait aksi premanisme komplotan tersebut.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
KORBAN - Salah satu korban, Buhari (56) (tengah), Eko (kanan), dan Uripani (kiri), menceritakan kekejaman para pelaku premanisme. Kasus tersebut ditangani anggota Tim Jatanras Polda Jatim. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM - Belasan petani dan pedagang pasar di Puspo Pasuruan menjadi korban pemerasan komplotan preman.

Komplotan preman tersebut kini telah ditangkap anggota Tim Jatanras Polda Jatim.

Baca juga: Bupati Terima Laporan Pencemaran Lingkungan, Dapur SPPG Rowobujel Lumajang Ditutup Sementara

Setelah diselidiki, anggota Tim Jatanras Polda Jatim akhirnya berhasil menangkap tiga orang pelaku yakni berinisial EL, AS dan MB.

Kasus tersebut memperoleh atensi dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, karena sudah ada empat laporan masyarakat pada Desember 2025 dan bertambah tiga laporan pada awal tahun 2026.

Menurut Kepala Desa Pusung Malang, Uripani, sudah ada sekitar 17 orang warganya yang membuat laporan atas aksi premanisme komplotan tersebut. 

Para korban yang dipalak para pelaku ada yang mengaku kehilangan uang sekitar satu juta rupiah, sebagai kerugian terkecil. 

Namun, ada juga yang dipalak hampir sekitar Rp80 juta, sebagai kerugian terbesar dalam kasus tersebut. 

"Pelaku bukan dari desa kami, dari Kecamatan Pasrepan. Dia bukan preman rentenir. Tapi berlagak sebagai bos aja. Sering minta minta warga, semua petani," ujarnya di Mapolda Jatim pada Kamis (5/2/2026). 

Para pelaku dalam sindikat tersebut memeras para korban dengan beragam modus.

Ada yang mengancam bakal menyabetkan senjata tajam seperti celurit, samurai, dan golok. 

Selain itu, ada yang diintimidasi, korban dipaksa memegang perkakas alat isap sabu (bong) lalu didokumentasikan dalam bentuk foto serta video.

Bahkan, ada juga korban yang diancam bakal dilempar bom rakitan jenis bondet jika tidak menuruti permintaan para pelaku. 

"Ancaman ditodong celurit, golok, pistol mainan yang bunyi cos, walaupun begitu ya petani takut," ungkapnya. 

"Bondet juga ada. Mereka minta uang sambil mainkan bondet," imbuh Uripani.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved