Ramadan 2026

Hukum Mandi Junub usai Sahur atau setelah Subuh di Bulan Ramadan

Apakah boleh mandi junub setelah azan subuh dan santap sahur saat bulan Ramadan? Ramadan menjadi bulannya umat Islam wajib berpuasa.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Kompas.com/ Ruby Rachmadina
RAMADAN - Ilustrasi kamar mandi. Hukum mandi junub setelah makan sahur atau setelah masuk waktu subuh. 
Ringkasan Berita:
  1. Umat Muslim diperbolehkan sahur meski masih junub.
  2. Waktu sahur hingga setelah Subuh saat Ramadan.
  3. Mandi wajib bukan syarat sah puasa, hadas besar tidak membatalkan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Apakah boleh mandi junub setelah azan subuh dan santap sahur saat bulan Ramadan?

Ramadan menjadi bulannya umat Islam wajib berpuasa.

Ada sejumlah hal yang harus dipahami mengenai mandi wajib alias mandi junub.

Sebab umat Islam masih banyak yang bingung soal hukum sahur dulu sebelum mandi wajib.

Baca juga: Hukum Suami Istri Menunda Mandi Wajib saat Junub, Apakah Bakal Berdosa?

Penjelasan mengenai hal ini telah disampaikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Kota Tarakan melalui laman tarakankota.go.id.

Mandi wajib secara istilah adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar. 

Penyebab seseorang harus mandi wajib antara lain setelah berhubungan suami istri, selesai haid, nifas, maupun mimpi basah.

Bolehkah Sahur Sebelum Mandi Wajib?

Baznas menjelaskan bahwa mandi wajib tidak menjadi syarat sah puasa.

Artinya, seseorang tetap boleh menjalankan puasa meskipun mandi wajib dilakukan setelah sahur atau setelah masuk waktu Subuh.

Penjelasan ini didasarkan pada hadis riwayat Aisyah RA dan Ummu Salamah RA yang menyebutkan:

“Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa seseorang yang masih junub saat Subuh, kemudian mandi setelah fajar, puasanya tetap sah.

Hukum Sahur dalam Keadaan Junub

Informasi dari tarakankota.go.id menyebutkan bahwa makan sahur sebelum mandi junub tidak memengaruhi keabsahan puasa. 

Namun, mandi sebelum fajar dianjurkan agar seseorang memulai puasa dalam kondisi suci.

Beberapa ketentuan yang dijelaskan ulama antara lain:

Mandi junub sebelum Subuh hukumnya sunnah

Sahur sebelum mandi junub tetap diperbolehkan

Disunahkan berwudhu sebelum makan atau minum saat masih junub

Jika tidak memungkinkan berwudhu, cukup membasuh kemaluan terlebih dahulu

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa makan dan minum dalam kondisi junub tanpa berwudhu hukumnya makruh. 

Namun, pendapat ini dilengkapi oleh Sayyid Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin yang menyebutkan kemakruhan dapat hilang jika seseorang telah membasuh kemaluannya.

Hal yang Membatalkan Puasa

Baznas juga menegaskan bahwa hadas besar bukan termasuk hal yang membatalkan puasa. 

Contohnya seseorang yang mimpi basah di siang hari Ramadan, puasanya tetap sah dan mandi wajib dilakukan saat hendak salat.

Puasa baru batal jika seseorang dengan sengaja melakukan hal yang menyebabkan hadas besar di siang hari, seperti berhubungan suami istri.

Anjuran dalam Melaksanakan Mandi Wajib

Meskipun sahur sebelum mandi wajib diperbolehkan, umat Muslim tetap dianjurkan untuk:

Mandi wajib sebelum waktu Subuh jika memungkinkan

Berwudhu sebelum makan sahur saat masih junub

Membasuh kemaluan jika tidak dapat berwudhu

Baznas dan tarakankota.go.id menjelaskan bahwa memahami aturan ini dapat membantu umat Muslim menjalankan puasa dengan benar sesuai syariat Islam. 

Dengan pengetahuan yang tepat, ibadah puasa diharapkan dapat dilakukan secara sah dan lebih khusyuk selama bulan Ramadan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved