Ramadan 2026

Cara Mandi Wajib dan Hukumnya bagi Umat Islam Jelang Bulan Ramadan

Persiapan diri secara batin dan lahir menjadi hal yang penting. Untuk persiapan bisa memperbanyak doa, dzikir hingga saling memaafkan.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
MANDI WAJIB - Ilustrasi mandi. Simak cara mandi wajib dan hukumnya untuk umat Islam jelang Ramadan 2026. 
Ringkasan Berita:
  1. Umat Islam dianjurkan bersiap lahir batin menyambut Ramadhan dengan doa, dzikir, dan saling memaafkan.
  2. Panduan mandi wajib bersumber dari Kementerian Agama dan rujukan Muhammadiyah terkait hukum dan tata caranya.
  3. Doa mandi wajib sama seperti biasa.

 

TRIBUNJATIM.COM - Umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadan.

Persiapan diri secara batin dan lahir menjadi hal yang penting.

Untuk persiapan bisa memperbanyak doa, dzikir hingga saling memaafkan.

Ada juga persiapan mandi besar untuk menyambut bulan Ramadan.

Baca juga: Selama Ramadan 2026, MBG di Kabupaten Malang Bakal Sajikan Menu yang Berbeda dari Biasanya

Apabila menjelang puasa masih dalam keadaan hadas besar, misalnya perempuan yang menyelesaikan haidnya, sebaiknya segera melakukan mandi wajib.

Sementara muslim yang tidak berada dalam hadas besar tetap diperbolehkan untuk mandi sebelum puasa.

Tujuan mandi tersebut untuk menjaga kebersihan diri dan tidak boleh dianggap sebagai ritual wajib sebelum Ramadhan, karena tidak ada dalilnya, seperti dinukil dari Muhammadiyah.

Karena itu, bacaan doa mandi sebelum puasa Ramadhan sama dengan doa mandi wajib pada umumnya.

Dalam laman resmi Kementerian Agama terdapat bacaan doa mandi wajib.

Doa Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib

Kementerian Agama menjelaskan tata cara melakukan mandi wajib sebagai berikut.

Mengucapkan niat mandi wajib, bisa dilafalkan dengan lisan ataupun cukup di dalam hati.

Membasuh kedua telapak tangan sambil membersihkan sela-sela jari.

Membersihkan area kemaluan menggunakan tangan kiri. Khusus bagi perempuan setelah haid atau nifas, dianjurkan membersihkannya dengan kapas atau sejenisnya untuk memastikan tidak ada sisa hadas.

Melakukan wudhu sebagaimana wudhu sebelum menunaikan salat.

Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali, dimulai dari sisi kanan lalu kiri, kemudian meratakan air ke seluruh tubuh. Setelah itu, menyela pangkal rambut dengan jari-jari (boleh menggunakan wewangian atau sampo) serta menggosok sabun ke seluruh badan, lalu membilasnya hingga bersih.

Terakhir, membasuh kedua kaki dengan mendahulukan kaki kanan, kemudian kaki kiri.

Sunah Mandi Wajib

Ada beberapa sunah mandi wajib yang perlu diketahui umat Islam.

Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.

Membersihkan kotoran atau najis yang masih menempel pada tubuh.

Melaksanakan wudhu secara sempurna seperti ketika hendak salat.

Menyiram kepala hingga tiga kali sambil berniat menghilangkan hadas besar.

Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan tiga kali, lalu sisi kiri tiga kali.

Menggosok seluruh bagian tubuh, baik bagian depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.

Menyela rambut dan jenggot (jika ada) agar air merata.

Memastikan air mengalir ke sela-sela lipatan kulit dan pangkal rambut. Dianjurkan menghindari menyentuh kemaluan; jika tidak sengaja tersentuh, sebaiknya mengulang wudhu.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved