Ramadan 2026
Askar Perketat Pengamanan di Masjidil Haram Jelang Bulan Ramadan 2026
Pengamanan ini dilakukan mulai Minggu sore waktu setempat (15/2/2026). Masjidil Haram merupakan tempat suci bagi umat Islam.
Ringkasan Berita:
- Jutaan jemaah Muslim memadati Masjidil Haram jelang datangnya Ramadan.
- Masjidil Haram dijaga ketat aparat keamanan sejak Minggu sore.
- Pengetatan keamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan ibadah.
TRIBUNJATIM.COM - Askar atau tentara dan personel kepolisian kini mulai memperketat penjagaan di sekitar Masjidil Haram.
Pengamanan ini dilakukan mulai Minggu sore waktu setempat (15/2/2026).
Masjidil Haram merupakan tempat suci bagi umat Islam.
Umat Islam dari seluruh dunia memadati area masjid dan pelataran untuk beribadah.
Terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Menteri Minta Jemaah Haji Diminta Tidak Debat Politik saat di Tanah Suci
Sejak pagi hingga malam hari, arus jemaah terus berdatangan.
Mereka datang dengan satu tujuan, yakni meraih pahala berlipat sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadist tentang keutamaan beribadah di Tanah Suci, khususnya di Masjidil Haram.
Banyak jemaah memanfaatkan momentum menjelang Ramadan untuk memperbanyak salat sunah, tawaf, dan membaca Al-Qur’an.
Peningkatan jumlah jemaah ini dan seiring menjelang masuk Bulan Ramadan, membuat keamanan juga diperketat.
Para askar ini bertugas untuk mengatur lalu lintas manusia, menjaga ketertiban, dan mengatur akses.
Pengetatan pengamanan ini bukanlah hal baru.
Setiap tahun, menjelang bulan suci Ramadan, lonjakan jumlah jemaah selalu terjadi dan pengetatan keamanan mengiringi.
Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah yang ingin memaksimalkan ibadahnya.
Pengertian haji dan umrah
Haji dan umrah adalah dua ibadah penting dalam agama Islam yang sering kali dianggap serupa oleh banyak orang.
Keduanya melibatkan perjalanan ke kota suci Mekkah dan melaksanakan serangkaian ritual.
Meskipun memiliki beberapa kesamaan, haji dan umrah memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan haji dan umrah di antaranya yaitu waktu pelaksanaan, status hukum, serta tata cara ritual.
Haji adalah rukun kelima dari lima rukun Islam.
Secara bahasa haji berarti menyengaja atau bermaksud melakukan sesuatu.
Sedangkan secara istilah adalah menyengaja menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.
Haji merupakan ibadah yang diserap dari syariat para nabi terdahulu.
Sementara Umrah secara bahasa dapat diartikan berziarah ke tempat ramai atau berpenghuni, sedangkan menurut istilah adalah menyengaja menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.
Haji dan umrah merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain.
Keduanya memiliki banyak persamaan meliputi syarat wajib, syarat sah, kesunnahan, hal-hal yang membatalkan, dan perkara-perkara yang diharamkan saat melakukan dua ibadah tersebut.
Meski demikian, keduanya juga memiliki beberapa titik perbedaan.
Hukum
Hukum haji adalah wajib dan tergolong persoalan al-mujma alaihi al-malum min al-din bi al-dlarurah (yang disepakati hukumnya oleh seluruh mazhab dan diketahui oleh semua kalangan, baik orang awam dan khusus).
Oleh karenanya seseorang yang mengingkari kewajiban haji dihukumi murtad (keluar dari Islam), kecuali bagi orang yang sangat awam, jauh dari informasi keagamaan (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2: 206).
Sedangkan hukum umrah diperselisihkan ulama.
Menurut pendapat al-adhhar (yang kuat) hukumnya wajib.
Sementara menurut pendapat muqabil al-adhhar (yang lemah), hukum umrah adalah sunnah (Syekh Muhammad al-Zuhri al-Ghamrawi, al-Siraj al-Wahhaj, hal.151).
Rukun
Dalam bab manasik, rukun adalah ritual tertentu yang menjadi penentu keabsahan haji atau umrah (batal bila tidak dilakukan), dan tidak bisa diganti dengan dam (denda).
Rukun haji ada lima yaitu niat ihram, wuquf di Arafah, tawaf, sai, dan memotong rambut.
Sedangkan rukun umrah ada empat, niat ihram, tawaf, sai, dan memotong rambut.
Artinya, haji dan umrah berbeda pada satu rukun, yaitu wuquf di Arafah.
Waktu Pelaksanaan
Haji memiliki waktu pelaksanaan yang lebih sempit dari umrah.
Waktu pelaksanaan haji terbatas pada rentang waktu mulai dari awal bulan Syawal sampai subuhnya hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Sedangkan umrah bebas untuk dilaksanakan kapan saja.
Kewajiban
Kewajiban haji dan umrah merupakan rangkaian ritual manasik yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan haji atau umrah, tetapi wajib diganti dengan dam (denda).
Kewajiban haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat (batas area yang telah ditentukan menyesuaikan daerah asal jamaah haji/umrah), menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada (perpisahan), serta melempar jumrah.
Sedangkan kewajiban umrah ada dua, niat ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram.
Makna dan Signifikansi
Haji memiliki makna yang sangat mendalam dalam Islam.
Selain menjadi salah satu rukun Islam, haji juga merupakan simbol persatuan umat Muslim dari seluruh dunia yang datang ke satu tempat untuk beribadah kepada Allah.
Haji juga dianggap sebagai puncak dari ibadah seorang Muslim, di mana setiap jamaah diharapkan kembali dalam keadaan suci dan bersih dari dosa setelah melaksanakan haji.
Umrah, meskipun tidak memiliki status kewajiban seperti haji, tetap memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Melaksanakan umroh memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan merasakan kedekatan dengan Allah.
Umrah juga sering dilakukan oleh banyak Muslim sebagai bentuk syukur atau permohonan kepada Allah.
Meskipun haji dan umrah memiliki beberapa kesamaan dalam hal ritual dan tujuan, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal waktu pelaksanaan, status hukum, serta detail tata cara pelaksanaannya.
Haji adalah ibadah yang wajib dan hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu dalam setahun, sementara umrah lebih fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.
Ibadah kedua ini memiliki makna dan signifikansi yang mendalam dalam Islam, memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas spiritual mereka.
Dengan memahami perbedaan haji dan umroh, diharapkan setiap umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Jemaah-haji-di-Makkah-dalam-pelaksanaan-Ibadah-Haji-2023.jpg)