Ramadan 2026

Jadwal Imsakiyah Sidoarjo dan Sekitarnya 3 Ramadan 1447 H/2026, Lengkap Waktu Sahur

Puasa Ramadan 1447 H/2026 jika mengacu pemerintah telah memasuki hari ketiga pada besok Sabtu (21/2/2026).

Tayang:
TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
JADWAL IMSAKIYAH - Ilustrasi waktu puasa Ramadan. Puasa Ramadan 1447 H/2026 jika mengacu pemerintah telah memasuki hari ketiga pada besok Sabtu (21/2/2026). 

TRIBUNJATIM.COM - Puasa Ramadan 1447 H/2026 jika mengacu pemerintah telah memasuki hari ketiga pada besok Sabtu (21/2/2026).

Bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya yang ingin mengetahui jadwal imsakiyah versi Tribunnews berikut ini rinciannya:

3 Ramadhan 1447 H (21 Februari 2026)

  • Imsak: 04:07
  • Subuh: 04:17
  • Terbit: 05:30
  • Dhuha: 05:58
  • Dzuhur: 11:46
  • Ashar: 14:54
  • Maghrib: 17:55
  • Isya: 19:05

Umat Muslim yang melaksanakan puasa Ramadan sangat dianjurkan untuk makan sahur.

Sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, tetapi juga membawa keberkahan.

Nabi Muhammad bersabda, "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat berkah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari laman resmi Baznas pada Jumat (20/2/2026), dalam banyak hadis, Rasulullah selalu menekankan pentingnya sahur. 

Dengan mengetahui jam berapa sahur yang dianjurkan dan melakukannya, umat Muslim telah menjalankan sunnah beliau.

Selain itu, sahur membantu menjaga energi tubuh selama berpuasa, sehingga tubuh tidak mudah lemas.

Dengan sahur yang tepat, tubuh akan tetap bugar hingga waktu berbuka tiba.

Sering kali saat Ramadan tiba, pertanyaan jam berapa sahur yang dianjurkan kerap muncul.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Gresik saat Ramadan 2026, Lengkap Beserta Waktu Imsak

Kenapa Sahur Harus Sebelum Subuh?

Dalam Islam, jam berapa sahur yang dianjurkan dijelaskan dalam beberapa hadis.

Rasulullah menganjurkan untuk mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu subuh. 

Sahur sebaiknya dilakukan sebelum azan Subuh berkumandang.

Hal ini sesuai dengan hadis yang menyebutkan Rasulullah bersahur di waktu yang mendekati Subuh.

Dalam sebuah hadis disebutkan selisih antara sahur Rasulullah dan azan Subuh sekitar 50 ayat Al-Qur'an atau sekitar 10–15 menit sebelum azan Subuh.

Berdasarkan berbagai pendapat ulama dan waktu Subuh yang berbeda di setiap daerah, sahur idealnya dilakukan antara pukul 03.00 hingga 04.30, tergantung waktu Subuh setempat.

Mengetahui batas sahur jam berapa adalah hal yang penting bagi umat Islam agar puasanya tetap sah.

Berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Rasulullah, sahur berakhir ketika fajar telah muncul atau saat azan Subuh berkumandang.

Untuk memastikan tidak melewati batas sahur jam berapa, umat Islam dianjurkan untuk mengakhirkan sahur, tetapi tetap berhati-hati agar tidak sampai melewati waktu Subuh.

Dengan memahami batas sahur jam berapa dan mengamalkannya, puasa akan lebih berkah dan sempurna.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 di Sidoarjo, Lengkap Beserta Waktu Imsak

Niat Puasa Ramadan

Selain perihal sahur, ketika puasa Ramadan hendaknya jangan melewati membaca niat.

Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.

Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak sah.

Niat puasa Ramadan tidak selalu dilakukan saat sahur atau menjelang waktu Subuh. 

Niat puasa bisa dibaca jauh-jauh waktu seperti setelah shalat tarawih.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan, masyarakat hanya perlu fokus terhadap masing-masing ketentuan yang diyakini.

“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat," ucap Anwar.

Dengan begitu, dia juga mengingatkan adanya toleransi untuk menyikapi perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Ia juga menyampaikan umat Islam yang tidak hafal bacaan niat dalam bahasa Arab, dapat mengucapkannya dalam bahasa Indonesia.

“Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa,” ujar Anwar.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Malang Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah, Lengkap Waktu Duha

Melansir laman MUI, berikut ini bacaan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh:

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: 

“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, bacaan niat puasa yang dibacakan setiap hari selama Ramadan, berikut ini:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: 

“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved