Ramadan 2026
Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasul, Agar Ibadah Ramadan Semakin Berkah
Agar ibadah semakin sempurna dan bernilai pahala, umat Islam dianjurkan mengikuti tata cara berbuka puasa sesuai sunah Rasuk
Ringkasan Berita:
- Menyegerakan berbuka adalah sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
- Berbuka dengan kurma atau air serta membaca doa memiliki keutamaan besar.
- Berbagi makanan berbuka mendatangkan pahala seperti orang yang berpuasa.
TRIBUNJATIM.COM - Bulan Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan umat Islam.
Selain menjalankan puasa sebulan penuh, momen berbuka puasa menjadi waktu yang sangat ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Agar ibadah semakin sempurna dan bernilai pahala, umat Islam dianjurkan mengikuti tata cara berbuka puasa sesuai sunah Rasulullah SAW.
Berikut urutannya, dirangkum dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas):
Baca juga: Buka Puasa Bersama Santap Hadiah Kurma dari Raja Arab Saudi, Jatim Pecahkan Tiga Rekor MURI
Menyegerakan Berbuka
Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak menunda berbuka setelah waktu Magrib tiba. Dalam hadis, beliau bersabda:
"Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari, no. 1957; Muslim, no. 1098)
Hal ini menunjukkan bahwa menyegerakan berbuka adalah kebiasaan yang mendatangkan kebaikan dan keberkahan.
Berbuka dengan Kurma atau Air
Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air.
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata:
"Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meminum beberapa teguk air." (HR. Abu Dawud, no. 2356)
Kurma kaya akan gula alami yang cepat menggantikan energi tubuh, sedangkan air membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
Membaca Doa Berbuka
Rasulullah SAW mengajarkan doa sebelum berbuka. Salah satu doa yang populer adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." (HR. Abu Dawud, no. 2358)
Doa lain yang juga diajarkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabata al-ajru in syaa Allah
"Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah." (HR. Abu Dawud, no. 2357)
Tidak Berlebihan dalam Makan
Islam mengajarkan keseimbangan dalam makan dan minum. Allah SWT berfirman:
ٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ
"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan". (QS. Al-A’raf: 31)
Rasulullah SAW juga mengajarkan pola makan yang seimbang, sebagaimana sabdanya:
"Tidaklah manusia memenuhi bejana yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus (makan lebih), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk napasnya." (HR. Tirmidzi, no. 2380)
Menyegerakan Sholat Maghrib Setelah Membatalkan Puasa dan Sebelum Makan Berat
Setelah berbuka dengan makanan ringan seperti kurma atau air, disunahkan untuk segera melaksanakan salat Magrib sebelum menyantap hidangan utama.
Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang mengutamakan ibadah sebelum makan besar.
Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk tidak menunda salat. Hal ini diperkuat oleh hadis berikut:
Dari Abdullah bin Abi Awfa RA, ia berkata:
"Kami pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan di bulan Ramadan. Ketika matahari terbenam, beliau bersabda kepada seseorang: ‘Turunlah dan siapkan minuman untuk kami!’ Orang itu berkata: ‘Wahai Rasulullah, tidakkah kita menunggu hingga senja semakin gelap?’ Beliau menjawab: ‘Turunlah dan siapkan minuman untuk kami!’ Orang itu pun menyiapkannya, lalu Rasulullah SAW meminumnya dan bersabda: ‘Jika malam telah datang dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sana, maka telah tiba waktu berbuka bagi orang yang berpuasa". (HR. Bukhari, no. 1954; Muslim, no. 1100)
Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW menyegerakan berbuka, tetapi juga menunjukkan bahwa beliau berbuka dengan sederhana sebelum melanjutkan salat.
Memberi Makan kepada Orang Lain
Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan memberi makanan berbuka kepada orang lain. Beliau bersabda:
"Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun." (HR. Tirmidzi, no. 807)
Hikmah Berbuka Puasa Sesuai Sunah
Mengajarkan Rasa Syukur
Berbuka puasa mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat makanan dan minuman yang diberikan oleh Allah.
Setelah menahan lapar dan haus seharian, kita menjadi lebih menghargai setiap rezeki yang diberikan.
Meningkatkan Kesehatan
Berbuka puasa dengan makanan yang tepat, seperti kurma dan air, membantu tubuh kembali bertenaga tanpa membebani sistem pencernaan.
Puasa juga terbukti memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Menumbuhkan Rasa Empati
Puasa mengajarkan kita untuk merasakan bagaimana rasanya menahan lapar dan haus seperti orang-orang yang kurang mampu.
Ini membantu kita untuk lebih peduli dan bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Saat berbuka adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak." (HR. Ibnu Majah, no. 1753)
Oleh karena itu, seorang muslim sebaiknya memanfaatkan momen berbuka untuk berdoa memohon keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
buka puasa
sunah buka puasa
sunnah Rasul
Ramadan 2026
Ramadan 1447H
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-doa-buka-puasa-Ramadan-dan-doa-sahur.jpg)