Ramadan 2026

Rahasia Lailatul Qadar Menurut Buya Yahya di 10 Hari Terakhir Ramadan, Tak Perlu Dinanti

Namun sebaliknya, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang akan datang sendiri untuk umat yang merindukannya.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
RAHASIA - Buya Yahya jelaskan rahasia malam Lailatul Qadar. 
Ringkasan Berita:
  1.  Buya Yahya menjelaskan makna dan rahasia datangnya malam Lailatul Qadar.
  2. Penjelasan disampaikan melalui laman resmi buyayahya.org dan dikutip dari Instagram @bimasislam.
  3. Lailatul Qadar diyakini datang pada 10 malam terakhir Ramadan bagi yang merindukannya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Rahasia di balik malam Lailatul Qadar diungkap oleh ulama Buya Yahya.

Menurutnya, malam Lailatul Qadar bukanlah malam yang ditunggu.

Namun sebaliknya, Lailatul Qadar adalah malam yang akan datang sendiri untuk umat yang merindukannya.

Malam Lailatul Qadar akan datang di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di 10 hari terakhir.

Baca juga: Cara dan Niat Itikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan Menjemput Lailatul Qadar

Namun tidak untuk setiap umat Muslim, melainkan hanya yang merindukan malam yang penuh dengan keberkahan tersebut.

Untuk diketahui, umat Muslim di seluruh dunia khususnya di Indonesia sudah memasuki masa 10 hari terakhir Ramadan.

Tepatnya pada 10 Ramadan 1447 Hijriah atau 10 Maret 2026.

Di mana, puasa umat Muslim memasuki hari ke-20.

Momentum ini tak boleh terlewatkan untuk beribadah.

Karena pada 10 malam terakhir, menjadi malam yang digadang-gadang akan datangnya Lailatul Qadar.

Dilansir dari laman resmi buyayahya.org pada Senin (9/3/2026), Buya Yahya mengatakan bahwa Lailatul Qadar disebut juga sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Buya mengungkapkan Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan yang akan datang tanpa perlu dicari.

Kedatangannya sangat rahasia dan eksklusif.

Disembunyikan oleh Allah, dan akan ditemukan bagi siapa pun yang merindukannya.

"Akan tetapi yang harus kita ketahui bahwa ia (Lailatul Qadar) pasti datang, ia pasti tiba. Ia datang tidak untuk semua, tapi ia datang untuk yang merindukannya," ujar Buya.

Bahkan seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar, diberikan keberkahan yang luar biasa oleh Allah SWT.

Layak atau tidaknya seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar, sebaiknya orang tersebut menanyakan ke hati dan dirinya apakah ia layak untuk mendapatkan Lailatul Qadar tersebut.

Karena hal itu menjadi rahasia Allah SWT yang tak akan diketahui sesama manusia.

Buya Yahya pun menyarankan agar setiap umat menanyakan pada diri masing-masing tentang kelayakan seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar.

"Tanyakan ke hati kecil kita dengan penuh keinsyafan. Akankah lailatul qadar datang untuk kita? Karena tibanya tidak ada yang tahu bukanlah cara yang benar menanti kedatangannya sehari dan esok hari kita lalai," imbuh Buya.

Lailatul Qadar akan dipertemukan kepada orang yang benar-benar merindukannya atau yang menantinya setiap saat dengan cara rajin beribadah.

"Perindu sejati akan menanti setiap saat dan tidak ada baginya kecuali menanti. Itulah yang dilakukan manusia-manusia pilihan Allah. Hidupnya adalah untuk ibadah dan ibadah, untuk kebaikan dan kebaikan.

Begitu dekatnya hati mereka dengan Ramadhan dan lailatul qadar, maka ia akan selalu merasakan bahwa setiap saat adalah Ramadhan dan setiap saat ia duga tibanya lailatul qadar," sambung Buya.

Lebih lanjut kata Buya, tidak ada kata terlambat untuk beruntung dengan Ramadhan dan lailatul qadar selagi nyawa masih di kandung badan dan selagi kita dipertemukan oleh Allah dengan Ramadhan.

Saran Buya, berjuanglah saat ini juga untuk mendapatkan kemuliaan Ramadhan dan lailatul qadar.

"Tidak ada perindu sejati yang menanti kedatangan yang dirindukannya dengan berjuang setengah hati. Tidak ada pecinta yang tulus enggan dengan kehadiran yang ia cintai.

Sebagai pungkasan mari cermati diri kita saat ini, bagaimana diri kita dengan Ramadhan dan lailatul qadar? Pantaskah kita mengaku merindukan Ramadhan dan lailatul qadar dengan kelalaian dan kemalasan kita? Wallahu a’lam bish-shawab," pungkas Buya Yahya.

Cara Meraih Malam Lailatul Qadar

Berikut cara mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Cara mendapatkan malam Lailatul Qadar dibeberkan oleh pendakwah sekaligus pendiri pondok pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya.

Tidak terasa puasa di bulan suci Ramadhan 1443 H telah memasuki 10 hari terakhir.

Di malam-malam terakhir ini, ada satu momen yang paling banyak dicari oleh umat Muslim yakni malam Lailatul Qadar.

Meski tidak ada satu pun yang mengetahui kapan datangnya malam Lailatul Qadar, tetapi Anda bisa berusaha untuk mendapatkannya.

Mengutip dari Instagram @bimasislam, Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhir.

Hal tersebut sesuai dengan hadits berikut:

"Lailatul Qadar berada di bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam ke dua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau akhir malam Ramadan.

Barangsiapa salat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian," HR. Imam Ahmad.

Oleh karena itu, di 10 malam terakhir bulan Ramadhan kita dianjurkan memperbanyak amalan dan ibadah.

Pengertian Lailatul Qadar, merupakan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

Lailatul Qadar adalah malam di bulan Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan.

Artikel ini telah tayang di Serambinews

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved